Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Hujan Tak Hentikan Masyarakat Meriahkan HUT Jakarta

Written By rajablos on Selasa, 25 Juni 2013 | 00.56


Jakarta - Komitmen untuk terus mendekatkan diri kepada pemirsa yang selama ini setia menyaksikan program-program spesial, diwujudkan MNCTV dengan menghadirkan sajian musik spesial sebagai puncak acara dalam rangkaian ‘MNCTV Festival Jakarta’ yang digelar di Pelataran Parkir Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah, Minggu, 23 Juni 2013.


Dalam rangka ikut memeriahkan HUT Kota Jakarta, MNCTV menghadirkan artis-artis dan band kenamaan dari 2 aliran musik yakni, dangdut dan pop, sajian musik di Jakarta ini tak kalah menariknya dengan yang telah disajikan pada “MNCTV Festival” di kota-kota sebelumnya sepanjang tahun 2013 yakni Denpasar, Bandung, Semarang, Palembang dan Surabaya.


Program yang berjudul “Di Mari Aje” itu dipandu Ari Untung dan Lolita Agustine, menampilkan sederet artis dan band popular ibu kota yang antara lain, Setia Band, Syahrini, Latinka, Raisa, Max 5, Bexxa, Zaskia Gotik, Dewi Persik, Nassar, Adi Bing Slamet serta tidak ketinggalan aksi kesenian khas Jakarta Tanjidor.


Sambutan hangat warga masyarakat sudah terasa dari beberapa jam sebelum acara di mulai. Hal ini terlihat dari masyarakat yang sudah mulai berdatangan ke Pelataran Parkir Keong Mas Taman Mini sejak pagi. Meskipun diawal acara sempat hujan, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga masyarakat untuk tetap menyaksikan aksi panggung artis-artis idola mereka.


Lagu-lagu yang sangat familiar di telinga warga membuat suasana siang hari menjadi semakin seru. Seperti lagu Disini Aje yang dinyanyikan oleh Zaskia Gotik yang berduet dengan Adi Bing Slamet. Warga pun ikut menyanyi dan bergoyang bersama membuat suasana acara kian meriah.


”MNCTV Festival Jakarta” semakin meriah karena penampilan artis dan musisi ibukota dibalut dengan nuansa kebudayaan khas warga Jakarta yang sangat kental dengan kolaborasi unik antara musik modern dan tradisional.


00.56 | 0 komentar | Read More

Jokowi dan Basuki Bagi-bagi Tugas untuk Ziarah Makam





JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam ziarah makam jelang HUT ke-486 Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bagi-bagi tugas. Jokowi ke TMP Kalibata, sementara Basuki ke makam Pangeran Wijaya Kusuma.


Dengan menggunakan pakaian seragam sadariah dibalut dengan sarung biru, Basuki tiba di pemakaman sekitar pukul 07.45 WIB. Basuki langsung disambut oleh Wali Kota Jakarta Barat Fatahillah. Basuki pun didapuk sebagai pemimpin upacara penghormatan ziarah Makam Pangeran Wijaya Kusuma.


Pria yang akrab disapa Ahok itu pun tampak khusuk saat berdoa di depan Makam Pangeran Wijaya Kusuma. "Kepada arwah Pangeran Wijaya Kusuma, beri hormat," kata Basuki seraya memimpin upacara di Makam Wijaya Kusuma, Tubagus Angke, Jakarta Barat, Kamis (20/6/2013).


Setelah berziarah dan tabur bunga ke makam Pangeran Wijaya Kusuma, Basuki atas nama Pemprov DKI memberikan santunan bagi juru kunci (kuncen) makam Pangeran Wijaya Kusuma, Hadidoyo (63). Kemudian, ia bersama Hadidoyo berkeliling menengok lingkungan makam Pangeran Wijaya Kusuma.


Pangeran Wijaya Kusuma merupakan seorang pejuang yang memperjuangkan Jakarta dari tangan pemerintahan VOC Belanda. Selain Basuki, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata dan Pemakaman Karet Bivak.


Setelah berziarah di Makam Pangeran Wijaya Kusuma, Basuki pun langsung meluncur ke acara groundbreaking (peletakan batu pertama) pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Daan Mogot, Jakarta Barat.





Editor : Ana Shofiana Syatiri


















00.54 | 0 komentar | Read More

Rafa "Hanya" Unggulan Lima Wimbledon





LONDON, Kompas.com — Petenis Spanyol, Rafael Nadal, diunggulkan di tempat kelima turnamen grand slam Wimbledon, di belakang David Ferrer yang pekan lalu dikalahkannya di final Perancis Terbuka.

Ferrer diunggulkan di tempat keempat, sementara tiga posisi unggulan pertama ditempati Novak Djokovic, Andy Murray, dan Roger Federer.

Wimbledon memang menggunakan hasil turnamen tahun lalu serta turnamen lapangan rumput sebelumnya untuk menentukan peringkat unggulan. Tahun lalu, Rafa mencatat hasil buruk di Wimbledon setelah tersingkir di babak kedua di tangan Lukas Rosol.

Sementara itu, Ferrer tahun lalu lolos ke perempat final. Ia juga menjuarai turnamen lapangan rumput s’Hertogenbosch yang merupakan turnamen pemanasan menjelang Wimbledon.

Dengan posisinya sebagai unggulan kelima, Rafa berisiko bertemu di babak awal dengan juara bertahan Novak Djokovic,  juara tujuh kali Roger Federer, serta petenis tuan rumah Andy Murray.

"Kalau boleh memilih, saya ingin bertemu Rafa di babak perempat final," kata Murray. "Jika saya bisa mengalahkannya, maka semua akan lebih mudah. Jika anda ingin menjuarai turnamen-turnamen terbesar, maka anda harus mengalahkan petenis-petenis terbaik."

Di nomor putri, petenis peringkat satu Serena Williams menempati unggulan pertama diikuti petenis Belarusia, Victoria Azarenka dan juara 2004 asal Rusia, Maria Sharapova.

Berikut daftar unggulan:
Putra:
Novak Djokovic (SRB x1),
Andy Murray (GBR x2),
Roger Federer (SUI x3),
David Ferrer (ESP x4),
Rafael Nadal (ESP x5),
Jo-Wilfried Tsonga (FRA x6),
Tomas Berdych (CZE x7),
Juan Martin del Potro (ARG x8),
Richard Gasquet (FRA x9),
Marin Cilic (CRO x10),
Stanislas Wawrinka (SUI x11),
Kei Nishikori (JPN x12),
Tommy Haas (GER x13),
Janko Tipsarevic (SRB x14),
Nicolas Almagro (ESP x15),
Philipp Kohlschreiber (GER x16),
Milos Raonic (CAN x17),
John Isner (USA x18),
Gilles Simon (FRA x19),
Mikhail Youzhny (RUS x20),
Sam Querrey (USA x21),
Juan Monaco (ARG x22),
Andreas Seppi (ITA x23),
Jerzy Janowicz (POL x24),
Benoit Paire (FRA x25),
Alexandr Dolgoplov (UKR x26),
Kevin Anderson (RSA x27),
Jeremy Chardy (FRA x28),
Grigor Dimitrov (BUL x29),
Fabio Fognini (ITA x30),
Julien Benneteau (FRA x31),
Tommy Robredo (ESP x32)

Putri:
Serena Williams (USA x1),
Victoria Azarenka (BLR x2),
Maria Sharapova (RUS x3),
Agnieszka Radwanska (POL x4),
Sara Errani (ITA x5),
Li Na (CHN x6),
Angelique Kerber (GER x7),
Petra Kvitova (CZE x8),
Caroline Wozniacki (DEN x9),
Maria Kirilenko (RUS x10),
Roberta Vinci (ITA x11),
Ana Ivanovic (SRB x12),
Nadia Petrova (RUS x13),
Samantha Stosur (AUS x14),
Marion Bartoli (FRA x15),
Jelena Jankovic (SRB x16),
Sloane Stephens (USA x17),
Dominika Cibulkova (SVK x18),
Carla Suarez Navarro (ESP x19),
Kirsten Flipkens (BEL x20),
Anastasia Pavlyuchenkova (RUS x21),
Sorana Cirstea (ROM x22),
Sabine Lisicki (GER x23),
Peng Shuai (CHN x24),
Ekaterina Makarova (RUS x25),
Svetlana Kuznetsova (RUS x26),
Varvara Lepchenko (USA x27),
Lucie Safarova (CZE x28),
Tamira Paszek (AUT x29),
Alize Cornet (FRA x30),
Mona Barthel (GER x31),
Romina Oprandi (SUI x32)




Sumber : AFP



Editor : A. Tjahjo Sasongko













00.49 | 0 komentar | Read More

KPK Akan Membuat Nazaruddin Miskin





JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi bertekad memiskinkan bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, terpidana kasus korupsi. KPK bakal menjerat Nazaruddin dengan tindak pidana pencucian uang untuk semua fee yang diperoleh dari dugaan korupsi sejumlah proyek pemerintah dengan menggunakan Grup Permai.


Saat ini, KPK baru menjadikan Nazaruddin sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus pembelian saham Garuda Indonesia senilai Rp 300 miliar. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan, KPK akan memiskinkan Nazaruddin dengan menjeratnya menggunakan pasal-pasal TPPU.


”Saya simpulkan kasus Nazaruddin ini sedang on-going process terkait dugaan tindak pidana korupsi dan TPPU. Kalau basic faktanya sangat memungkinkan, TPPU ini sangat penting untuk memiskinkan semaksimal mungkin,” kata Busyro, Rabu (19/6/2013).


Kemarin, sejumlah lembaga swadaya masyarakat, seperti Indonesia Corruption Watch (ICW), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, dan Indonesia Legal Roundtable, menemui pimpinan KPK. Mereka mempertanyakan kemajuan pengusutan kasus TPPU terhadap Nazaruddin. Selain itu, mereka juga mengingatkan KPK soal dugaan ancaman kriminalisasi sejumlah saksi kunci dalam perkara korupsi dan TPPU yang melibatkan Nazaruddin.


Febri Diansyah dari ICW menyatakan, dalam fakta persidangan Nazaruddin terungkap, Grup Permai yang dikendalikan Nazaruddin memiliki 35 anak perusahaan dengan kegiatan terkait proyek pemerintah. Indikasi nilai proyek yang terkait dengan Grup Permai mencapai Rp 6,037 triliun. Febri mengatakan, KPK ternyata belum menyelesaikan sejumlah kasus korupsi besar yang diduga melibatkan Nazaruddin.


Pertimbangan hakim dalam perkara dengan terdakwa Nazaruddin menyatakan bahwa Grup Permai dibentuk untuk mengurus dan mengumpulkan fee proyek. Tanggung jawab KPK masih banyak untuk menuntaskan skandal besar ini.


Busyro mengatakan, KPK masih terus mengembangkan penyidikan atas TPPU yang disangkakan kepada Nazaruddin. Soal sisa kasus Nazaruddin yang belum dituntaskan, menurut dia, ini karena sebagian anggota satuan tugas KPK yang menangani kasusnya juga menangani kasus lain. ”Menghimpunnya sangat susah secara teknis,” katanya.


Dia mengungkapkan, meski ada sejumlah kasus dugaan korupsi yang melibatkan Nazaruddin, tidak semuanya ditangani KPK. Menurut Busyro, ada penyelidikan beberapa perkara dugaan korupsi yang melibatkan Nazaruddin, tetapi oleh kepolisian dan kejaksaan status perkara tersebut telah dinaikkan ke penyidikan. (BIL)




Sumber : Kompas Cetak



Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
















00.22 | 0 komentar | Read More

Pasha Lega, Ibu Mertua Kecewa


BOGOR, KOMPAS.com — Vokalis grup band Ungu, Sigit Purnomo alias Pasha, menyambut hangat upaya mediasi dengan Okky Agustina yang dilakukan oleh Ketua Majelis Hakim Wedhayati SH dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2010).


"Saya juga sebelumnya sudah meminta maaf sama Okky. Alhamdulillah, ternyata sekarang hakim sendiri yang memediasi," ujar Pasha saat ditemui seusai sidang.


Pasha pun mengaku sedikit lega. "Alhamdulillah sekarang sudah saling memaafkan masing-masing. Meski sidang belum tentu selesai," ujarnya.


Sementara itu, Sri Mulyanti, ibunda Okky, justru mengaku kecewa dengan mantan menantunya itu. "Sejak cerai, Pasha mana pernah minta maaf kepada Okky. Bahkan kemarin dia jemput anak-anak, dia cium tangan tapi tidak ada kata-kata meminta maaf kepada saya," imbuh Sri.


Menurut Sri, pelantun "Cinta Gila" itu termasuk pria yang alot untuk mengucapkan kata maaf. "Pasha itu orangnya susah minta maaf. Saya penginnya dia minta maaf dari hatinya sendiri enggak disuruh orang," tandas Sri.


Menurut Sri, pria yang diduga melakukan tindak kekerasan terhadap putrinya itu pernah meminta maaf ketika kepergok berselingkuh. "Dia pernah meminta maaf sama saya, sampai dia cium kaki saya karena dia ketahuan selingkuh dua kali. Pertama dengan pramugari dan yang kedua semuanya sudah tahu kan pas Okky cerai," tegasnya.


Meski begitu, Sri tetap tak menaruh dendam pada pria yang memberikannya tiga orang cucu. "Saya tidak dendam, saya hanya kasihan sama dia karena dia gengsinya tinggi," pungkas Sri. (C7-09)


00.03 | 0 komentar | Read More

Elva Patty Siap Harumkan Nama Indonesia di Ajang Musik Internasional

Written By rajablos on Selasa, 07 Mei 2013 | 00.56


Jakarta - Perjuangan Elva Patty sebagai seorang penyanyi yang mengikuti ajang "New Wave International of Pop Singer Contest 2013" di Moskow, Rusia tinggal selangkah lagi.


Kini, Elva Patty tengah mempersiapkan diri untuk berjuang di grand final ajang tarik suara internasional yang akan digelar di Rusia, 22 - 23 Juli mendatang. Elva masuk ke babak grand final setelah menyisihkan 81 orang peserta dari 50 negara.


Di babak grand final nanti Elva akan kembali bersaing dengan 16 orang peserta dari 14 negara.


"Keberhasilanku sampai di babak grand final bukan hasil kerja Elva sendiri. Manajemen sejak awal mempersiapkan semuanya dan juga dukungan dari Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus," ungkap Elva Patty saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (6/5).


Diakui Elva, Talenta yang dimiliki olehnya ternyata memberikan kejutan tersendiri bukan hanya Juri di ajang tersebut, namun sebuah label rekaman Internasional juga mulai melirik talenta yang dimiliki olehnya.


"Saya tidak menyangka anak negeri yang nekad datang ke Rusia bisa lolos ke grand final," lanjut Elva Patty.


Lebih dalam lagi, Elva mengungkapkan keberhasilannya menembus babak grand final di ajang "New Wave International of Pop Singer Contest 2013" membuat dirinya kini menatap masa depan sebagai seorang penyanyi.


"Kebangganku selain lolos kebabak grand final Juli mendatang, aku juga diminta menjadi bintang tamu pada acara pagelaran musik tahunan terbesar di Rusia yakni "Rusia-Asia" pada Juni nanti. Jelas ini jadi kebanggan buat aku pribadi juga buat pihak-pihak yang membantu aku terutama bisa menjadi kebanggaan bangsa dan negara," ungkapnya.


Ajang "New Wave International of Pop Singer Contest 2013" digelar setiap tahun di Rusia. Ajang musik Internasional ini memang menampilkan bakat-bakat muda dari berbagai negara. Empat tahun lalu (tahun 2009) Sandy Sandoro pernah menjadi juara di ajang tersebut.


00.56 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com - Megapolitan

KOMPAS.com - MegapolitanKOMPAS.comNiat Cari Sekolah, Malah Dikeroyok Mantan SeniorCerminkan Pengusaha Dibeking AparatGudang Setengah Ton Ganja Digerebek, 3 Orang Ditangkap"Jakarta Baru, Jakarta Kita" Jadi Tema HUT DKIBawa Ganja, Tiga Wisatawan Jadi TersangkaKPAI Lindungi Anak-anak Tersangka PerbudakanKapolsek Sepatan Bantah Ada UpetiTepati Janji, Malam-malam Jokowi ke Kampung PuloKomnas PA: Jokowi Salah Sasaran Tetapkan Wilayah Ramah AnakOndel-ondel dan Batik Rasa JepangKeluarga Tersangka Perbudakan Minta Perlindungan KPAIDiduga Kuat, Aparat MembekingiAnak-anak Korban Kebakaran itu Tak Belajar Hadapi UN SDTak Terlibat, Polisi Pulangkan Istri Tersangka Teroris MampangDua Oknum Aparat Sering Dapat Uang Bensin dari Bos Perbudakan


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Tue , 07 May 2013 00:45:08 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22470026/Niat.Cari.Sekolah..Malah.Dikeroyok.Mantan.Senior Mon , 06 May 2013 22:47:00 UTC+0700Seorang remaja dikeroyok mantan seniornya ketika ia sedang bersama teman sekolahnya dulu. Jaket &amp; ponsel korban diambil, motornya hampir dirampas. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22470026/Niat.Cari.Sekolah..Malah.Dikeroyok.Mantan.Senior">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22470026/Niat.Cari.Sekolah..Malah.Dikeroyok.Mantan.Senior http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2235106/Cerminkan.Pengusaha.Dibeking.Aparat Mon , 06 May 2013 22:35:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1119141-lks--suasana-pabrik-kuali-yang-terduga-melakukan-praktek-perbudakan--t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wakil Ketua DPD, laode Ida, menyatakan, perbudakan buruh di Tangerang, merupakan bukti kesewenang-wenangan dan arogansi pemilik modal. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2235106/Cerminkan.Pengusaha.Dibeking.Aparat">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2235106/Cerminkan.Pengusaha.Dibeking.Aparat http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22305292/Gudang.Setengah.Ton.Ganja.Digerebek..3.Orang.Ditangkap. Mon , 06 May 2013 22:30:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/05/1326375-daun-ganja-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gudang penyimpanan ganja di Cipayung, Jaktim. Ditemukan setengah ton ganja dan tiga pelakunya ditangkap. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22305292/Gudang.Setengah.Ton.Ganja.Digerebek..3.Orang.Ditangkap.">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22305292/Gudang.Setengah.Ton.Ganja.Digerebek..3.Orang.Ditangkap. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2217016/Jakarta.Baru..Jakarta.Kita.Jadi.Tema.HUT.DKI Mon , 06 May 2013 22:17:01 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1640318-prescon-hut-jkt-486-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">HUT ke-486 DKI Jakarta diperingati dengan logo khusus dan tema &quot;Jakarta Baru, Jakarta Kita&quot;. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2217016/Jakarta.Baru..Jakarta.Kita.Jadi.Tema.HUT.DKI">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2217016/Jakarta.Baru..Jakarta.Kita.Jadi.Tema.HUT.DKI http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2210427/Bawa.Ganja..Tiga.Wisatawan.Jadi.Tersangka Mon , 06 May 2013 22:10:42 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/05/1326375-daun-ganja-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tiga wisatawan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba karena kedapatan membawa ganja. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2210427/Bawa.Ganja..Tiga.Wisatawan.Jadi.Tersangka">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2210427/Bawa.Ganja..Tiga.Wisatawan.Jadi.Tersangka http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22010730/KPAI.Lindungi.Anak.anak.Tersangka.Perbudakan Mon , 06 May 2013 22:01:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1952533-budak-kpai-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Anak-anak tersangka kasus perbudakan terintimidasi. KPAI menyediakan rumah berlindung atau safe house bagi anak-anak Yuki Irawan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22010730/KPAI.Lindungi.Anak.anak.Tersangka.Perbudakan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22010730/KPAI.Lindungi.Anakanak.Tersangka.Perbudakan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21550374/Kapolsek.Sepatan.Bantah.Ada.Upeti Mon , 06 May 2013 21:55:03 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1119141-lks--suasana-pabrik-kuali-yang-terduga-melakukan-praktek-perbudakan--t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kapolsek Sepatan Ajun Komisaris Sunaryo, membantah mendapat upeti dari pihaknya YI alias Yuki 41, pengusaha kuali yang memperbudak 34 buruh. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21550374/Kapolsek.Sepatan.Bantah.Ada.Upeti">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21550374/Kapolsek.Sepatan.Bantah.Ada.Upeti http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21223491/Tepati.Janji..Malam.malam.Jokowi.ke.Kampung.Pulo Mon , 06 May 2013 21:22:34 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/2114052-jokowi-ke-lokasi-kebakaran-kampung-pulo-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menepati janjinya mengunjungi lokasi kebakaran di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jaktim, Senin malam. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21223491/Tepati.Janji..Malam.malam.Jokowi.ke.Kampung.Pulo">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21223491/Tepati.Janji..Malammalam.Jokowi.ke.Kampung.Pulo http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21121390/Komnas.PA.Jokowi.Salah.Sasaran.Tetapkan.Wilayah.Ramah.Anak Mon , 06 May 2013 21:12:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1009259-jokowi-camat-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Rencana Gubernur DKI Joko Widodo menjadikan Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat sebagai wilayah ramah anak dinilai salah sasaran. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21121390/Komnas.PA.Jokowi.Salah.Sasaran.Tetapkan.Wilayah.Ramah.Anak">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21121390/Komnas.PA.Jokowi.Salah.Sasaran.Tetapkan.Wilayah.Ramah.Anak http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21000742/Ondel.ondel.dan.Batik.Rasa.Jepang Mon , 06 May 2013 21:00:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/2100061-20130506dia1kurumie.jpg-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ondel-ondel dan kain batik menjadi salah satu motif karya kurumie yang dipamerkan di Japan Foundation, di Gedung Summitmas, Jakarta. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21000742/Ondel.ondel.dan.Batik.Rasa.Jepang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21000742/Ondelondel.dan.Batik.Rasa.Jepang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20542041/Keluarga.Tersangka.Perbudakan.Minta.Perlindungan.KPAI. Mon , 06 May 2013 20:54:20 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1952533-budak-kpai-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Keluarga tersangka penyekapan buruh pada Senin 6/5/2013 petang mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI untuk meminta perlindungan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20542041/Keluarga.Tersangka.Perbudakan.Minta.Perlindungan.KPAI.">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20542041/Keluarga.Tersangka.Perbudakan.Minta.Perlindungan.KPAI. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20540457/Diduga.Kuat..Aparat.Membekingi Mon , 06 May 2013 20:54:04 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/05/1958114-lks-tempat-perbudakan-buruh-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Anggota Komisi IX DPR RI, Zuber Safawi, meminta penegak hukum tidak hanya menindak pengusaha panci CV Cahaya Logam, Tangerang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20540457/Diduga.Kuat..Aparat.Membekingi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20540457/Diduga.Kuat..Aparat.Membekingi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20481799/Anak.anak.Korban.Kebakaran.itu.Tak.Belajar.Hadapi.UN.SD Mon , 06 May 2013 20:48:17 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1058087-set-kebakaran-kampung-pulo--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90"> <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20481799/Anak.anak.Korban.Kebakaran.itu.Tak.Belajar.Hadapi.UN.SD">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20481799/Anakanak.Korban.Kebakaran.itu.Tak.Belajar.Hadapi.UN.SD http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20460678/Tak.Terlibat..Polisi.Pulangkan.Istri.Tersangka.Teroris.Mampang Mon , 06 May 2013 20:46:06 UTC+0700Polisi telah memulangkan Syarifa, istri terduga teroris Sefa Riano yang menempati rumah kontrakan di Jalan Bangka 2F, Pela Mampang, Jaksel. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20460678/Tak.Terlibat..Polisi.Pulangkan.Istri.Tersangka.Teroris.Mampang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20460678/Tak.Terlibat..Polisi.Pulangkan.Istri.Tersangka.Teroris.Mampang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2032466/Dua.Oknum.Aparat.Sering.Dapat.Uang.Bensin.dari.Bos.Perbudakan Mon , 06 May 2013 20:32:46 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1602526-perbudakan-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dua oknum anggota Polisi dan TNI berinisial HS dan S diketahui sering menerima uang bensin dari tersangka kasus perbudakan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2032466/Dua.Oknum.Aparat.Sering.Dapat.Uang.Bensin.dari.Bos.Perbudakan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2032466/Dua.Oknum.Aparat.Sering.Dapat.Uang.Bensin.dari.Bos.Perbudakan


KOMPAS.com - MegapolitanKOMPAS.comNiat Cari Sekolah, Malah Dikeroyok Mantan SeniorCerminkan Pengusaha Dibeking AparatGudang Setengah Ton Ganja Digerebek, 3 Orang Ditangkap"Jakarta Baru, Jakarta Kita" Jadi Tema HUT DKIBawa Ganja, Tiga Wisatawan Jadi TersangkaKPAI Lindungi Anak-anak Tersangka PerbudakanKapolsek Sepatan Bantah Ada UpetiTepati Janji, Malam-malam Jokowi ke Kampung PuloKomnas PA: Jokowi Salah Sasaran Tetapkan Wilayah Ramah AnakOndel-ondel dan Batik Rasa JepangKeluarga Tersangka Perbudakan Minta Perlindungan KPAIDiduga Kuat, Aparat MembekingiAnak-anak Korban Kebakaran itu Tak Belajar Hadapi UN SDTak Terlibat, Polisi Pulangkan Istri Tersangka Teroris MampangDua Oknum Aparat Sering Dapat Uang Bensin dari Bos Perbudakan


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Tue , 07 May 2013 00:45:08 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22470026/Niat.Cari.Sekolah..Malah.Dikeroyok.Mantan.Senior Mon , 06 May 2013 22:47:00 UTC+0700Seorang remaja dikeroyok mantan seniornya ketika ia sedang bersama teman sekolahnya dulu. Jaket &amp; ponsel korban diambil, motornya hampir dirampas. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22470026/Niat.Cari.Sekolah..Malah.Dikeroyok.Mantan.Senior">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22470026/Niat.Cari.Sekolah..Malah.Dikeroyok.Mantan.Senior http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2235106/Cerminkan.Pengusaha.Dibeking.Aparat Mon , 06 May 2013 22:35:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1119141-lks--suasana-pabrik-kuali-yang-terduga-melakukan-praktek-perbudakan--t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wakil Ketua DPD, laode Ida, menyatakan, perbudakan buruh di Tangerang, merupakan bukti kesewenang-wenangan dan arogansi pemilik modal. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2235106/Cerminkan.Pengusaha.Dibeking.Aparat">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2235106/Cerminkan.Pengusaha.Dibeking.Aparat http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22305292/Gudang.Setengah.Ton.Ganja.Digerebek..3.Orang.Ditangkap. Mon , 06 May 2013 22:30:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/05/1326375-daun-ganja-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gudang penyimpanan ganja di Cipayung, Jaktim. Ditemukan setengah ton ganja dan tiga pelakunya ditangkap. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22305292/Gudang.Setengah.Ton.Ganja.Digerebek..3.Orang.Ditangkap.">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22305292/Gudang.Setengah.Ton.Ganja.Digerebek..3.Orang.Ditangkap. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2217016/Jakarta.Baru..Jakarta.Kita.Jadi.Tema.HUT.DKI Mon , 06 May 2013 22:17:01 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1640318-prescon-hut-jkt-486-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">HUT ke-486 DKI Jakarta diperingati dengan logo khusus dan tema &quot;Jakarta Baru, Jakarta Kita&quot;. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2217016/Jakarta.Baru..Jakarta.Kita.Jadi.Tema.HUT.DKI">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2217016/Jakarta.Baru..Jakarta.Kita.Jadi.Tema.HUT.DKI http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2210427/Bawa.Ganja..Tiga.Wisatawan.Jadi.Tersangka Mon , 06 May 2013 22:10:42 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/05/1326375-daun-ganja-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tiga wisatawan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba karena kedapatan membawa ganja. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2210427/Bawa.Ganja..Tiga.Wisatawan.Jadi.Tersangka">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2210427/Bawa.Ganja..Tiga.Wisatawan.Jadi.Tersangka http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22010730/KPAI.Lindungi.Anak.anak.Tersangka.Perbudakan Mon , 06 May 2013 22:01:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1952533-budak-kpai-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Anak-anak tersangka kasus perbudakan terintimidasi. KPAI menyediakan rumah berlindung atau safe house bagi anak-anak Yuki Irawan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22010730/KPAI.Lindungi.Anak.anak.Tersangka.Perbudakan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/22010730/KPAI.Lindungi.Anakanak.Tersangka.Perbudakan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21550374/Kapolsek.Sepatan.Bantah.Ada.Upeti Mon , 06 May 2013 21:55:03 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1119141-lks--suasana-pabrik-kuali-yang-terduga-melakukan-praktek-perbudakan--t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kapolsek Sepatan Ajun Komisaris Sunaryo, membantah mendapat upeti dari pihaknya YI alias Yuki 41, pengusaha kuali yang memperbudak 34 buruh. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21550374/Kapolsek.Sepatan.Bantah.Ada.Upeti">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21550374/Kapolsek.Sepatan.Bantah.Ada.Upeti http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21223491/Tepati.Janji..Malam.malam.Jokowi.ke.Kampung.Pulo Mon , 06 May 2013 21:22:34 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/2114052-jokowi-ke-lokasi-kebakaran-kampung-pulo-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menepati janjinya mengunjungi lokasi kebakaran di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara, Jaktim, Senin malam. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21223491/Tepati.Janji..Malam.malam.Jokowi.ke.Kampung.Pulo">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21223491/Tepati.Janji..Malammalam.Jokowi.ke.Kampung.Pulo http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21121390/Komnas.PA.Jokowi.Salah.Sasaran.Tetapkan.Wilayah.Ramah.Anak Mon , 06 May 2013 21:12:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1009259-jokowi-camat-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Rencana Gubernur DKI Joko Widodo menjadikan Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat sebagai wilayah ramah anak dinilai salah sasaran. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21121390/Komnas.PA.Jokowi.Salah.Sasaran.Tetapkan.Wilayah.Ramah.Anak">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21121390/Komnas.PA.Jokowi.Salah.Sasaran.Tetapkan.Wilayah.Ramah.Anak http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21000742/Ondel.ondel.dan.Batik.Rasa.Jepang Mon , 06 May 2013 21:00:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/2100061-20130506dia1kurumie.jpg-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ondel-ondel dan kain batik menjadi salah satu motif karya kurumie yang dipamerkan di Japan Foundation, di Gedung Summitmas, Jakarta. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21000742/Ondel.ondel.dan.Batik.Rasa.Jepang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/21000742/Ondelondel.dan.Batik.Rasa.Jepang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20542041/Keluarga.Tersangka.Perbudakan.Minta.Perlindungan.KPAI. Mon , 06 May 2013 20:54:20 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1952533-budak-kpai-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Keluarga tersangka penyekapan buruh pada Senin 6/5/2013 petang mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI untuk meminta perlindungan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20542041/Keluarga.Tersangka.Perbudakan.Minta.Perlindungan.KPAI.">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20542041/Keluarga.Tersangka.Perbudakan.Minta.Perlindungan.KPAI. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20540457/Diduga.Kuat..Aparat.Membekingi Mon , 06 May 2013 20:54:04 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/05/1958114-lks-tempat-perbudakan-buruh-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Anggota Komisi IX DPR RI, Zuber Safawi, meminta penegak hukum tidak hanya menindak pengusaha panci CV Cahaya Logam, Tangerang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20540457/Diduga.Kuat..Aparat.Membekingi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20540457/Diduga.Kuat..Aparat.Membekingi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20481799/Anak.anak.Korban.Kebakaran.itu.Tak.Belajar.Hadapi.UN.SD Mon , 06 May 2013 20:48:17 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/06/1058087-set-kebakaran-kampung-pulo--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90"> <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20481799/Anak.anak.Korban.Kebakaran.itu.Tak.Belajar.Hadapi.UN.SD">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20481799/Anakanak.Korban.Kebakaran.itu.Tak.Belajar.Hadapi.UN.SD http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20460678/Tak.Terlibat..Polisi.Pulangkan.Istri.Tersangka.Teroris.Mampang Mon , 06 May 2013 20:46:06 UTC+0700Polisi telah memulangkan Syarifa, istri terduga teroris Sefa Riano yang menempati rumah kontrakan di Jalan Bangka 2F, Pela Mampang, Jaksel. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20460678/Tak.Terlibat..Polisi.Pulangkan.Istri.Tersangka.Teroris.Mampang">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/20460678/Tak.Terlibat..Polisi.Pulangkan.Istri.Tersangka.Teroris.Mampang http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2032466/Dua.Oknum.Aparat.Sering.Dapat.Uang.Bensin.dari.Bos.Perbudakan Mon , 06 May 2013 20:32:46 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/04/1602526-perbudakan-tangerang-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dua oknum anggota Polisi dan TNI berinisial HS dan S diketahui sering menerima uang bensin dari tersangka kasus perbudakan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2032466/Dua.Oknum.Aparat.Sering.Dapat.Uang.Bensin.dari.Bos.Perbudakan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/05/06/2032466/Dua.Oknum.Aparat.Sering.Dapat.Uang.Bensin.dari.Bos.Perbudakan


00.54 | 0 komentar | Read More

Pelari Puteri Tewas di Marathon Toronto




Pelari Puteri Tewas di Marathon Toronto





Senin, 6 Mei 2013 | 21:58 WIB












TORONTO, Kompas.com - Seorang pelari puteri berusia 18 tahun jatuh pingsan dan tewas saat mengikuti Toronto Marathon, Minggu.

Polisi mengatakan, peserta puteri yang namanya tak disebutkan  tersebut dinyatakan meninggal setelah sampai di ruamh sakit.  Penyebab kematiannya belum diketahui.

Seorang peserta lainnya, juga pingsan saat mengikuti lomba, namun ia kemudian sempat dilarikan ke rumah sakit dan kondisinya sudah stabil.

Sebelum lomba dimulai,  para peserta mengheningkan cipta buat para korban ledakan bom di lomba marathon Boston. Mereka juga mengenakan pita  bertuliskan  "Mengenang Boston."







Editor :


A. Tjahjo Sasongko















00.49 | 0 komentar | Read More

Mantan Terpidana Korupsi Penuhi Syarat Pencalegan


JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum periode 2001-2005 Nazaruddin Sjamsuddin, yang terjerat kasus korupsi dana taktis KPU dan pengadaan asuransi, dinyatakan memenuhi syarat administrasi sebagai bakal calon anggota legislatif. Nazaruddin dicalonkan oleh Partai Bulan Bintang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat III.


Hal itu dikatakan oleh Komisioner KPU, Arief Budiman, kepada sejumlah wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/5/2013). "Kalau Pak Nazarudin Syamsuddin kan beberapa syarat terpenuhi, kalau Susno itu, beberapa syaratnya tidak terpenuhi," katanya.


Arief mengatakan, setidaknya ada tiga persyaratan administrasi yang telah dipenuhi oleh Nazaruddin. Arief mengatakan, Nazaruddin telah selesai menjalani seluruh hukuman yang telah dijatuhkan oleh pengadilan kepadanya.  Sejak keluar dari penjara hingga pencalonannya pada Pemilu 2014 mendatang, itu sudah lebih dari lima tahun.


"Ketiga, dia (Nazaruddin) telah mengumumkan kepada publik bahwa dia terpidana, lalu pidananya bukan termasuk sebagai pidana yang berulang," kata Arief.


Nazaruddin telah mendapat pembebasan bersyarat pada Maret 2008. Sesuai putusan peninjauan kembali (PK), Nazaruddin divonis 4 tahun 6 bulan penjara, dari vonis sebelumnya 6 tahun. Saat itu, ia telah menjalani masa hukumannya selama 2 tahun 10 bulan. Berdasarkan putusan tersebut, dosen Universitas Indonesia tersebut harus membayar uang pengganti sebesar 45.000 dollar AS dan sudah dibayarkannya.


Sikap KPU terhadap Nazaruddin tidak sama dengan yang dialami bakal caleg PBB dari Dapil I Jawa Barat, Susno Duadji. Kepada mantan Kabareskrim Mabes Polri tersebut, KPU secara tegas menyatakan bahwa Susno tidak memenuhi syarat sebagaimana diatur di dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pencalegan.


"Kalau Susno, dia terpidana. Dia belum menjalani pidananya. Syarat yang kedua juga, dia belum menjalani pidananya," katanya.


Arief mengatakan, KPU akan mengambil langkah tegas dengan mencoret Susno jika PBB tetap mencalonkan dirinya sebagai caleg. KPU akan mencoret nama Susno jika PBB tetap mencalonkannya dalam daftar caleg sementara (DCS).












00.22 | 0 komentar | Read More

Wall Street Dibuka Melemah





Wall Street Dibuka Melemah





Senin, 6 Mei 2013 | 21:32 WIB













NEW YORK, KOMPAS.com - Rerata harga saham di Wall Street pada pembukaan perdagangan Senin (6/5/2013) sedikit mengalami penurunan, setelah pada penutupan akhir pekan lalu indeks menyentuh level tertingginya.


Dow Jones Industrial Average turun 14 poin atau turun 0,1 persen di posisi 14.960 sesaat setelah bel pembukaan perdagangan dibunyikan. Sementara itu, indeks Standard Poor's 500 naik dua poin di posisi 1.616, sedangkan indeks Nasdaq naik sembilan poin di posisi 3.387.


Sejumlah perusahaan juga melaporkan kinerja keuangannya pada sesi pembukaan perdagangan. Harga saham perusahaan daging terbesar di AS, Tyson Foods, jatuh 4 persen menjadi 24 dollarAS per saham, menyusul turunnya penjualan.


Sebelumnya pada pekan lalu indeks menyentuh level tertinggi setelah Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan penurunan pengangguran di negara tersebut.







Editor :


Bambang Priyo Jatmiko















00.02 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger