Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Dituding Sering Korupsi, Polri akan Ajak KPK Diskusi

Written By rajablos on Selasa, 17 September 2013 | 00.22






JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Polri sebagai salah satu lembaga paling korup di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie menyatakan, harus ada parameter yang tegas sebelum menyatakan sebuah lembaga itu terindikasi paling korup atau tidak korup.

"Kalau ada parameter yang menjadi dasarnya pernyataan tersebut, Polri ingin mengajak untuk beliau (Adnan) duduk satu meja, mendiskusikan bersama hasil kajian dan penelitian tersebut," kata Ronny, Senin (16/9/2013).

Polri, kata Ronny, menantang KPK agar membuka titik mana saja di dalam tubuh Polri yang memiliki indikasi korupsi tertinggi. Dengan demikian, penuntasan persoalan seperti yang dituduhkan KPK jauh lebih tepat sasaran.

"Hal ini sekaligus memperbaiki pola pikir, pola sikap, dan pola tindak setiap anggota Polri yang rentan terlibat dalam perbuatan yang bernuansa koruptif," jelas Ronny.

Sebelumnya diberitakan, KPK "mendaulat" DPR dan Polri sebagai lembaga yang paling korup di Indonesia. Bahkan berdasarkan Indeks Korupsi Birokrasi, selama lima tahun berturut-turut, DPR meraih predikat lembaga terkorup.

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan, dibandingkan korupsi lembaga di negara-negara lain di Asia Tenggara, hanya di Indonesia yang anggota parlemennya melakukan korupsi, bahkan secara terstruktur. Menurutnya, di negara lain seperti di Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, lembaga yang paling korup adalah kepolisian.

Dalam data yang dipaparkannya, Adnan menunjukkan, di Indonesia, DPR didakwa sebagai lembaga yang paling korup pada periode 2009 hingga 2011. Pada tahun 2012 dan 2013, peringkat pertama lembaga terkorup diduduki bersama oleh DPR dan Polri.

Di peringkat ketiga adalah pengadilan dan selanjutnya adalah parpol, pegawai negeri sipil (PNS), sektor bisnis, sektor kesehatan, dan kemudian sistem pendidikan.




Editor : Hindra Liauw
















00.22 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.03 | 0 komentar | Read More

Ahmad Dhani Berjanji Biayai Sekolah Anak Korban

Written By rajablos on Selasa, 10 September 2013 | 00.56


Jakarta - Usai kunjungan Ahmad Dhani kepada para korban yang meninggal akibat kecelakaan yang disebabkan oleh anaknya Dul, Ahmad Dhani juga mengunjungi para korban luka yang masih dirawat di RS Melia, Cibubur.


Dalam kesempatan itu bos Republik Cinta Management itu menjelaskan dirinya bersedia membiayai pendidikan anak-anak korban kecelakaan maut yang dikendarai oleh anak bungsunya itu. Hal itu diungkapkan Dhani saat ditemui oleh sejumlah wartawan di RS Melia Cibubur, Senin (9/9).


"Dari pertemuan yang terjadi antara saya dan keluarga para korban. Semuanya positif, dan mengikhlaskan kepergian para korban. Saya disini juga meminta permohonan maaf kepada mereka," ungkap Dhani.


Dijelaskan pentolan Dewa 19 itu, tidak ada permintaan yang berlebihan dari keluarga para korban kecelakaan tersebut.


"Beberapa permintaan dari mereka, tidak terlalu neko-neko (macam-macam) tidak berlebihan. Mau nggak mau saya harus mengakomodir berjanji hitam di atas putih, saya akan melengkapi semua yang mereka minta," lanjutnya.


Bos Republik Cinta Management (RCM) juga menyatakan bahwa dirinya siap membiayai anak para korban kecelakaan.


"Intinya mereka mengkhawatirkan biaya pendidikan anak para korban, saya siap mengakomodir keinginan mereka untuk membiayai pendidikan mereka. Kalau perlu sampai ke jenjang S3," terang Dhani.


00.56 | 0 komentar | Read More

Jokowi Ingatkan Kadis Hati-hati Relokasi Warga






JAKARTA, KOMPAS.com - Warga di DKI adalah lumbung suara bagi partai politik. Oleh sebab itu, Gubernur DKI Joko Widodo mengaku sangat berhati-hati merelokasi warga di DKI. Ia tak ingin dianggap memberangus konstituen dari partai politik tertentu.


"Yang berkaitan dengan memindah orang itu hati-hati. Pindahkan warga Ria Rio, Pluit, harus hati-hati. Jangan sampai memindahkan, nanti dibilang konstituennya partai politik," ujarnya di Balaikota Jakarta Pusat, Senin (9/9/2013).


Pernyataan Jokowi bukannya tanpa alasan. Informasi yang didapatnya dari lapangan menyebut demikian. Oleh sebab itu, informasi itu disampaikan Jokowi kepada seluruh kepala dinas agar tetap berhati-hati dalam mengambil kebijakan.


"Itu nanti bisa jadi goncangan. Itu yang saya maksudkan, saya sampaikan di Rapim," ujar Jokowi.


"Mesti dibaca secara detail. Misalnya saya di dapil situ, wah kalau dipindahkan bisa banyak orang (di wilayah tempat relokasi)," lanjutnya.


Seperti diketahui, proses pencalonan seorang wakil rakyat melalui partai politik memang didesain menggunakan masing-masing wilayah yang dinamakan Daerah Pemilihan. Calon wakil rakyat dari berbagai partai politik dapat bertarung di daerah pemilihan yang sama agar meraih kursi. 





Editor : Eko Hendrawan Sofyan


















00.54 | 0 komentar | Read More

Alexandra Siap Rebut Podium pada Balap Mobil Formula di China





JAKARTA, KOMPAS.com - Pebalap Indonesia, Alexandra Asmasoebrata, akan mengikuti ajang balap mobil Asian Formula Renault (AFR) Rounds 7-8, di Zhuhai International Circuit, China, yang berlangsung 13-15 September mendatang. Ia akan bertolak ke China pada Selasa (10/9/2013) dini hari.

Pada balapan kali ini, Alexandra pindah dari tim Pekka Racing ke Champ Motorsport. Alexandra mengaku lebih banyak keuntungan yang akan ia dapatkan di tim baru tersebut.

"Memang agak aneh karena saya pindah tim di tengah musim. Tidak ada masalah dengan tim yang lama, tapi kami mendapat tawaran yang lebih baik dari tim yang baru," tutur Alexandra saat memberikan keterangan pers di Cikajang, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2013).

Persiapan yang dilakukan Alexandra untuk menghadapi balapan ini adalah dengan melakukan latihan fisik untuk memperkuat otot tangan dan memperbanyak latihan mengemudi mobil. "Sesampai di sana, saya akan memulai latihan pada hari Rabu sampai Jumat. Semoga tiga hari latihan ini cukup, karena mobilnya sama, hanya set-up yang berbeda," ungkap Alexandra.

Sebelumnya, pada AFR seri III rounds 5-6 di lintasan yang sama, Juni lalu, Alexandra sukses meraih podium dengan berada di urutan ketiga. Peringkat kedua diraih oleh Pete Olson dari Amerika Serikat, dan gelar juara direbut oleh Julio Acusta dari Kolombia.

Alexandra memiliki target khusus saat balapan nanti, yakni naik podium dengan hasil yang lebih baik dari sebelumnya. "Sebelumnya saya sudah bisa naik podium di urutan ketiga. Setidaknya di race kali ini saya ingin yang lebih baik. Kemarin urutan tiga, sekarang ingin bisa (di urutan) satu atau dua."




Editor : Pipit Puspita Rini















00.50 | 0 komentar | Read More

Boediono: Kompas Gramedia, Keberhasilan Usaha Komersial Tanpa Melupakan Idealisme

- Wakil Presiden Indonesia Boediono menyampaikan, usia setengah abad yang dicapai Kompas Gramedia sebagai sebuah perusahaan merupakan pencapaian yang luar biasa. Kompas Gramedia merintis usahanya dari sebuah perusahaan kecil yang disebut Boediono sangat bersahaja.

"Sebuah cita-cita besar, kerja keras, dan ketekunan yang membuat Kompas Gramedia seperti sekarang, menjadi sebuah contoh keberhasilan usaha komersial, tanpa melupakan idealisme," kata Boediono di malam puncak perayaan HUT 50 tahun Kompas Gramedia, di Ballroom Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Senin (9/9/2013) malam. 

Dari sebuah kantor kecil di Jalan Pintu Besar Selatan, Jakarta Pusat, Kompas Gramedia kini berkembang dalam beragam bentuk usaha. Saat ini Kompas Gramedia memiliki dua surat kabar nasional, 24 stasiun radio yang tersebar di 17 kota di Indonesia, 105 toko buku yang tersebar di 40 kota di Indonesia, tujuh penerbit buku, lebih dari 55 media online, lebih dari 300 ribu anggota KG Value Card, 26 koran daerah, jaringan 17 stasiun televisi yang terpancar ke 80 kota di Indonesia, 55 hotel, 85 percetakan, satu pabrik tissue terbesar di Indonesia, dan satu universitas berbasis ICT (Information Communication Technology).



Dalam membangun usaha yang omzetnya kini mencapai Rp 15 triliun per tahun, kata Boediono, Kompas Gramedia bekontribus besar dalam membangun opini publik dan karakter bangsa yang berdasarkan nurani rakyat. "Amanat Hati Nurani Rakyat" merupakan semboyan Harian Kompas.

Semboyan itu, kata Boediono, merupakan tanggungjawab yang berat dalam perjalanan panjang dan berliku Kompas Gramedia selama 50 tahun.  Jakob Oetama sang perintis yang kini menjabat sebagai Presiden Komisaris telah membuktikan mampu mengatasi segala tantangan yang dihadapi dengan baik. 


Dalam kesempatan itu, Boediono tak lupa menyampaikan salam hangat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga merayakan ulangtahun tepat di hari ini.

"Presiden memberikan salam hangat kepada seluruh karyawan Kompas Gramedia dan mendoakan agar sukses selalu. Dirgahayu Kompas Gramedia dan selamat berkarya bagi nusa bangsa," kata Boediono.

Selain Boediono, turut hadir pada malam puncak perayaan HUT 50 tahun Kompas Gramedia, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno, Ketua DPR RI Marzuki Alie, sejumlah duta besar negara sahabat, dan sejumlah pejabat tinggi Indonesia.

Perayaan itu dimeriahkan oleh penyanyi Lea Simanjuntak, Barry Likumahuwa Project, Bondan and Fade 2 Black, dan sebagainya. Momen perayaan ulang tahun ini juga ditandai dengan peluncuran buku perjalanan 50 tahun Kompas Gramedia yang berjudul "Mengembangkan Indonesia Kecil".



00.22 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













00.03 | 0 komentar | Read More

Sisi Barat Waduk Ria Rio Bersih dari Eceng Gondok

Written By rajablos on Selasa, 03 September 2013 | 00.54






JAKARTA, KOMPAS.com —
Upaya normalisasi waduk hingga kini terus dilakukan Pemprov DKI di kawasan Waduk Ria Rio, Pulogadung, Jakarta Timur. Petugas dengan menggunakan ekskavator amfibi masih terus membersihkan tanaman eceng gondok yang memenuhi sisi barat Waduk Ria Rio. 


Berdasarkan pantauan Kompas.com, Senin (2/9/2013), sebanyak empat alat berat yang terdiri dari dua ekskavator amfibi dan dua ekskavator ditempatkan di tepi barat Waduk Ria Rio untuk membersihkan eceng gondok yang memenuhi kawasan tersebut.


Sejauh ini, permukaan air yang sebelumnya ditutupi banyaknya eceng gondok kini nyaris tidak ada lagi. Meski begitu, kondisi air memang tak ideal. Warna air terlihat hitam pekat dan mengeluarkan aroma kurang sedap.


Tumbuhan liar di atas permukaan air itu dipindahkan dengan alat berat dan dikumpulkan pada tepi lahan bagian barat waduk. Permukaan air dari sisi barat hingga tengah waduk pun tampak lebih jelas terlihat.


Kendati demikian, pemandangan berbeda terlihat di sisi selatan dan timur waduk. Tumbuhan eceng gondok masih menutupi permukaan air waduk dan belum tersentuh untuk dibersihkan.


Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Yonathan Pasodung mengatakan, pembersihan di lokasi memang masih berlanjut hingga saat ini.


"Pembersihan masih berlanjut, sekarang bisa dilihat di sisi barat waduk itu sudah bersih," kata Yonathan saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/9/2013).


Sementara itu, di kawasan sisi utara waduk, tumbuhan eceng gondok masih tampak di tepian waduk yang berbatasan langsung dengan permukiman warga di RT 07 RW 15 Waduk Ria Rio.


Selain itu, terdapat juga sampah rumah tangga yang masih telihat pada tepian permukiman warga yang berbatasan langsung dengan di sisi utara dan timur waduk.


Dirancang untuk taman


Yonathan menjelaskan, lahan yang berada di tepi barat saat ini masih dalam proses grading atau perataan tanah. Lahan itu, menurutnya, sedang dalam proses desain untuk dijadikan sebagai taman.


"Jadi, perlu tambahan tanah merah untuk dibuat kontur untuk taman. Sekarang masih proses desain," ujar Yonathan.


Mengenai lahan di sisi selatan, rencananya dalam masterplan akan dibangun hotel, sedangkan di sisi timur akan dibangun gedung opera. Namun, mengenai detail pastinya, ia mengatakan saat ini masih dalam perencanaan.


"Sementara ini kita masih tunggu skematik desain dari Singapura. Jadi, semacam masterplan secara keseluruhan untuk Waduk Ria Rio," ujarnya.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















00.54 | 0 komentar | Read More

Vinci ke Perempat Final AS Terbuka





NEW YORK, Kompas.com — Unggulan sepuluh, Roberta Vinci, tidak menemui kesulitan berarti untuk lolos ke perempat final AS Terbuka (US Open) dengan menyingkirkan Camila Giorgi, Senin (2/9/2013).

Dalam pertandingan ini, Vinci menunjukkan kualitas sebagai pemain berpengalaman ketimbang Giorgi. Ia menang dalam dua set 6-4, 6-2.

Baik Giorgi maupun Vinci merupakan petenis asal Italia. Di babak sebelumnya, Giorgi yang merupakan petenis kualifikasi membuat kejutan dengan menyingkirkan mantan petenis peringkat satu dunia, Caroline Wozniacki 4-6, 6-4, 6-3.

Di babak perempat final, Vinci akan menghadapi pemenang pertandingan antara petenis Italia lainnya, Flavia Pennetta dan petenis Romania, Simona Halep. Pertandingan tersebut ditunda karena hujan yang mengguyur lapangan Flushing Meadows.




Editor : Tjahjo Sasongko















00.50 | 0 komentar | Read More

KPK Belum Bisa Usut Sengman





JAKARTA, KOMPAS.com — Dugaan keterlibatan seseorang bernama Sengman dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi dianggap masih lemah. KPK belum dapat mengusut keterlibatan Sengman dalam kasus tersebut hanya karena namanya disebut oleh Ridwan Hakim, putra Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin. 

Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Jakarta, Senin (2/9/2013). Menurut Bambang, Sengman tidak berkaitan langsung dengan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang yang melibatkan mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq dan orang dekatnya, Ahmad Fathanah.

Kini, menurutnya, fokus KPK adalah membuktikan dalam persidangan dakwaan yang disusun tim jaksa penuntut KPK atas perkara Luthfi dan Fathanah, bukan mengusut keterlibatan pihak selain keduanya. "Sengman itu siapa? Kita kan ingin buktikan bahwa uang untuk Luthfi," ujar Bambang.

Dia mengatakan, penyidik KPK belum memutuskan untuk mengembangkan penyidikan ke arah keterlibatan Sengman. "Yang sekarang KPK lakukan adalah konsen terhadap tersangkanya karena tugas KPK membuktikan tuduhan terhadap tersangka," tuturnya.

Nama Sengman pertama kali muncul dalam persidangan perkara Fathanah pada Kamis (29/8/2013) pekan lalu. Saat itu, Ridwan Hakim tengah diperiksa sebagai saksi. Tim jaksa KPK lantas memutar rekaman percakapan antara Fathanah dengan Ridwan.

Dalam rekaman itu, didengarkan suara Fathanah yang menyampaikan kepada Ridwan bahwa uang Rp 40 miliar sudah beres dikirim melalui Sengman dan Hendra. Menurut Ridwan, Sengman adalah utusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sementara Hendra, menurut Ridwan, adalah teman dari Sengman (baca: Ridwan: Sengman yang Bawa Rp 40 M, Utusan Presiden). 

Namun, ketika dicecar hakim, Ridwan mengaku tidak tahu maksud rekaman pembicaraannya dengan Fathanah tersebut.




Editor : Heru Margianto


















00.22 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger