Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Partai Politik Punya Peran Ciptakan Dinasti Politik

Written By rajablos on Selasa, 15 Oktober 2013 | 00.22





JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Politik memiliki peran dalam membangun dinasti politik. Partai politik saat ini memiliki kecenderungan untuk memasukkan kader partai yang hanya memiliki modal kuat. Sementara, para kader yang justru memiliki kemampuan serta integritas kuat, cenderung tidak dilirik. 

"Rata-rata dinasti politik itu, memiliki modal yang kuat. Karena itulah kemudian orang-orang yang memiliki modal besar bisa menang di dalam pertarungan pilkada," kata pengamat politik dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dahnil Anzhar kepada kompas.com, Senin (14/10/2013). 

Ia mengatakan, sebenarnya tidak ada masalah dalam soal dinasti politik asal yang dikedepankan adalah kompetensi. Lain masalahnya, kata dia, jika dinasti politik terbangun semata-mata karena kekuatan modal, bukan atas dasar kapasitas. 

Dahnil mencontohkan, dalam kasus dinasti kepemimpinan Gubernur Banten, Ratu Atut Chossiyah, salah seorang kerabat Atut dianggapnya tidak layak menduduki jabatan tertentu. 

"Dulu waktu saya menjadi panelis saat Pemilukada Kota Serang, dia itu tidak bisa ngomong sama sekali, tidak punya kapasitas yang memadai, itu masalahnya," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap masyarakat bisa mencegah terjadinya dinasti kekuasaan. Menurut Presiden, monopoli kekuasaan dapat membawa keburukan.

Hal itu dikatakan Presiden menyikapi pembicaraan di media sosial akhir-akhir ini. Tanpa menyebut nama daerah, Presiden mengatakan, muncul kasus yang melibatkan pejabat-pejabat di daerah yang ternyata memiliki hubungan kekerabatan (baca Presiden: Cegah Dinasti Kekuasaan!).

Meski tidak menyebut nama, pernyataan Presiden diyakini para petinggi Partai Golkar merujuk pada Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Sejumlah politisi Partai Golkar pun mengkritik pernyataan Presiden.

Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo memaparkan, sejumlah anggota keluarga dan kerabat Presiden tercatat sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2014. 

Partai Demokrat menempatkan anak, adik ipar, sepupu dan sejumlah nama kerabat Presiden dalam daftar nama-nama caleg partai tersebut. Paling tidak, ungkap Bambang, terdapat 15 nama caleg yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga Cikeas (baca: Golkar Nilai Dinasti Atut Lebih Baik daripada Dinasti Cikeas).





Editor : Heru Margianto
















00.22 | 0 komentar | Read More

Sebulan di Bui, Berat Badan Vicky Turun 6 Kg

Written By rajablos on Selasa, 08 Oktober 2013 | 00.56


Jakarta - Sebulan sudah Vicky Prasetyo, mantan tunangan penyanyi dangdut, Zaskia Gotik, menghuni Lapas Bulak Kapal, Bekasi, Jawa Barat. Dalam kurun waktu tersebut, berat badan Vicky menurun sebanyak enam kilogram. Itu dikarenakan Vicky terus memikirkan kasus hukum yang menjeratnya.


Hal itu diungkapkan ibunda Vicky, Emma Fauziah, usai menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkannya terhadap Camel Petir di Polres Jakarta Selatan, Senin (7/10).


"Dia (Vicky) sekarang agak kurus. Badannya turun enam kilogram. Yang lebih memprihatinkan adalah kini Vicky tak seceria dahulu (saat sebelum di penjara)," ungkap Emma.


Menurut Emma, saat ini, Vicky merasa semakin disudutkan dengan kasus dugaan penipuan asmara yang dilakukannya. "Vicky makin terpukul akibat pemberitaan media yang menyebabkan opini di masyarakat buruk sama dia, karena itu makin turun berat badannya," lanjut Emma.


Untuk itulah, keluarga terus memberikan dukungan terhadap apapun yang dilakukan Vicky agar kondisinya kembali ceria.


"Ya kami berusaha membahagiakan dia (vicky) agar tidak murung lagi. Kasihan dulu dia gendut sekarang jadi langsing," tutur ibundanya.


00.56 | 0 komentar | Read More

Kriminolog UI: Perbuatan Tompel Termasuk Perbuatan Ekstrem






JAKARTA, KOMPAS.com - Perbuatan RN alias Tompel (18) yang menyiramkan cairan kimia yang mengandung soda api di bus PPD 213 dinilai termasuk perilaku ekstrem dari seorang pelajar. Hal tersebut dilihat dari pola tindakan yang dilakukan saat melakukan aksinya.


"Peristiwa terjadi di waktu yang tidak lazim. Biasanya tawuran terjadi di saat-saat sehabis ujian dan pada tahun ajaran baru. Yang menarik, pelaku ini kelas tiga. Biasanya yang melakukan tindakan kriminal itu kelas satu atau kelas dua," kata Kriminolog UI, Adrianus Meliala, saat jumpa pers di Mapolres Jakarta Timur, Senin (7/10/2013).


Adrianus menambahkan, siswa yang terlibat kegiatan meresahkan masyarakat seperti tawuran kebanyakan hanya ikut-ikutan. Sementara, yang menjadi provokator hanya segelintir. "(Yang ekstrem) sekitar satu persen atau dua persen itu provokator, tukang kompor dan bahkan berani ngeluarin uang. Namanya kasus ekstrem tidak akan marak atau terjadi di mana-mana. Jangan terlalu gimana gitu, tidak perlu sampai pelajar tidak boleh pakai seragam," ujarnya.


Selain itu, lanjut Adrianus, sebaiknya pelaku kriminal seperti Tompel ini jangan dikucilkan dari masyarakat. Hal ini justru membuat pelaku merasa terbuang dan semakin menjadi-jadi. "Diharapkan, walaupun sulit, (pelaku) tidak lalu kemudian dialienasi atau dikeluarkan dari sekolah. Harus dipertahankan agar tidak langsung terjun ke dunia kriminal," ujarnya.


Adrianus juga menyoroti efek dari pemberitaan yang berlebihan bisa menjadi inspirasi pelajar lain untuk berbuat serupa. "Saya memang memperhatikan, copycat, makin banyak diberitakan, lalu orang terinspirasi, makin banyak diberitakan orang makin banyak meniru," jelas Adrianus.


Sedangkan, saat dikonfirmasi, RN mengakui bahwa tindakannya merupakan aksi balas dendam. Namun, dirinya membantah bila aksinya itu terencana. "Tidak direncanakan itu hanya spontan, enggak tahu kalau penumpang juga kena. Jadi dikasih tahu teman, bahwa di bus ada sekolah yang suka berseteru dengan kita, tapi sekolahnya juga ternyata salah sasaran," kata RN atau Tompel, saat ditemui di Mapolres Jakarta Timur, Senin (7/10/2013).


Selain itu, RN mengaku mendapat cairan yang mengandung soda api tersebut dari adik kelasnya, yang berinisial TGR. Menyusul aksi sadis yang dilakukan RN, sebanyak 13 orang penumpang bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol mengalami luka bakar. Kejadian berlangsung di Jalan Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (4/10/2013) sekitar jam 06.20 WIB.  





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















00.54 | 0 komentar | Read More

Cedera Bahu, Sharapova Batal Ikut WTA Championships





LONDON, Kompas.com — Petenis Rusia, Maria Sharapova, memastikan tidak ikut turnamen akhir musim WTA Championship karena masih mengalami cedera bahu.

Petenis peringkat tiga dunia ini tidak akan ikut dalam turnamen yang berlangsung 22-27 Oktober depan di Istanbul, Turki. Cedera bahu ini telah diderita Sharapova sejak sebulan lalu.

Sharapova mengatakan, "Saya ingin berterima kasih kepada Istanbul yang telah bersedia menjadi tuan rumah dan saya harap suatu saat akan dapat bermain di Turki."

Turnamen WTA Championship akan mempertemukan delapan petenis putri terbaik dunia. Saat ini yang sudah memastikan diri lolos adalah Serena Williams, Victoria Azarenka, Agnieszka Radnwaska, Li Na, Petra Kvitova, Sara Errani, dan Jelena Jankovic.

Sementara itu, pengganti posisi Sharapova belum ditentukan.




Editor : Tjahjo Sasongko















00.49 | 0 komentar | Read More

Akil Pernah Terima Tamu Bernama Chairun Nisa?






JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar, Yuanna Sisilia, mengakui bahwa atasannya pernah menerima tamu yang sepertinya anggota DPR Chairun Nisa. Hal tersebut diungkapkan Yuanna dalam pemeriksaan oleh Majelis Kehormatan MK, di Gedung MK, Jakarta, Senin (7/10/2013).

Mulanya, salah satu anggota Majelis Kehormatan, Abbas Said, menanyakan mengenai tamu legislator perempuan yang pernah berkunjung ke ruang kerja Akil. Mendengar pertanyaan tersebut, Yuanna sempat terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab.

"Kebetulan tamu tidak hanya diterima oleh saya. Jadi saya tidak pernah bertemu tamu wanita, Pak," jawab Yuanna.

Mendengar jawaban tersebut, Abbas terlihat tidak puas. Abbas kemudian mengajukan pertanyaan lanjutan. "Tapi, apakah tidak melihat atau mendengar cerita dari rekan yang bilang ada wanita pernah bertamu?" lanjut Abbas.

Kali ini Yuanna memiliki jawaban yang berbeda. Dia mengaku pernah mendengar ada tamu perempuan yang pernah menemui Akil. Namun, tamu tersebut bukanlah anggota DPR, melainkan desainer interior.

Abbas pun melanjutkan pertanyaan ke hal yang lebih rinci. Abbas menanyakan, apakah Yuanna pernah mendengar nama Chairun Nisa sebelum operasi tangkap tangan KPK terhadap Akil. Sempat terdiam agak lama, Yuanna kemudian menjawab tidak pernah. Lalu Abbas bertanya kembali, apakah setelah kejadian itu pernah mendengar nama Chairun Nisa. Kali ini Yuanna menjawab pernah mendengar nama itu.

"Apakah pernah dengar cerita tersebut dan mendengar cerita dari kawan-kawan, ada mirip nama tersebut dengan yang pernah datang?" lanjut Abbas. Yuanna pun mengiyakan pertanyaan Abbas tersebut.

Chairun Nisa adalah Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK bersama dengan Akil pada Rabu (2/10/2013) malam. Ia diduga akan menyerahkan sejumlah uang bersama pengusaha Cornelius untuk memenangkan Bupati Gunung Mas Hambit Bintih yang didukung PDI Perjuangan.




Editor : Hindra Liauw


















00.22 | 0 komentar | Read More

Film 308 Diputar di Bioskop Amerika

Written By rajablos on Selasa, 01 Oktober 2013 | 00.56


Dunia perfilman Indonesia, dirasa sejumlah insan perfilman sedang mengalami kebangkitan. Sejumlah film telah menunjukkan 'gigi' di pentas internasional. Bahkan wajah aktor dan aktris film tanah air juga sudah mulai bermunculan di film-film Hollywood.


Salah satu kabar terbaru dari prestasi dunia perfilman tanah air adalah dengan terpilihnya film bergenre horor 308 untuk masuk dalam nominasi Screamfest Horror Film Festival di Los Angeles, Amerika Serikat.


Hal tersebut tentu saja membanggakan para pendukung film tersebut, tak terkecuali para pemainnya. Shandy Aulia bahkan mengatakan, jika dirinya tak menyangka film 308, siap bersaing di ajang festival film berkelas internasional untuk film-film bergenre horor.


"Ini sebuah kebahagiaan bagi saya dan kebanggaan bagi semua yang terlibat dalam film ini. Termasuk juga kebanggaan bagi masyarakat Indonesia," ujarnya belum lama ini.


Menurut pemain lainnya, Ki Kusumo, masuknya film 308 di ajang Screamfest Horror Film Festival, merupakan kebangkitan perfilman Indonesia, khususnya film bertema horor.


"Banyak yang mengakui. Bukan hanya dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Film 308 contohnya, bisa tampil dan menarik penonton luar negeri,” ujar Ki Kusumo saat ditemui di Djakarta Theater XXI, Jakarta Pusat, Senin (30/9).


Aktor sekaligus produser film ini juga menilai, dirinya merasakan antusias masyarakat terhadap film bertema horor kembali bangkit. Sebab, menurutnya, tidak semua film horor memamerkan unsur seks. Film besutan Hit Maker Studios tersebut, menurut Ki Kusumo menonjolkan unsur seni budaya sehingga mendapat dukungan dari Kementrian Pariwisata Bidang Ekonomi Kreatif.


"Ini sangat positif. Hal yang tidak biasa, jadi hebat banget,” lanjut Ketua Umum Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) yang juga merupakan konsultan supranatural tersebut.


Sementara itu Shandy Aulia pun berharap, pemerintah memberikan dukungan penuh kepada perfilman Indonesia, agar dapat terus bergairah dan lebih diakui di dunia. Ia juga begitu senang saat mengetahui film 308 akan diputar di bioskop di Amerika Serikat.


"Saya berharap pemerintah mendukung penuh perfilman tanah air," ujarnya.


Film 308 yang disutradarai Jose Purnomo adalah film Asia satu-satunya yang masuk nominasi Screamfest Horror Film Festival, menyisihkan 50.000 film yang ikut kompetisi tahun ini. Dijadwalkan, film yang juga dibintangi Shandy Aulia dan Denny Sumargo ini akan di putar di bioskop Amerika pada 12 Oktober mendatang, dengan harga tiket US$ 11.



00.56 | 0 komentar | Read More

Seorang Pria Bunuh Diri di Apartemen Flamboyan






JAKARTA, KOMPAS.com — Warga di Apartemen Kalibata City pada Senin (30/9/2013) malam dikejutkan dengan peristiwa bunuh diri.


Seorang pria tiba-tiba saja menjatuhkan diri dari menara Ebony dan tewas seketika.


Salah seorang saksi mata yang enggan menyebutkan identitasnya menuturkan, pria itu menjatuhkan diri pada pukul 23.00 WIB.


Penjaga kedai masakan Manado Dapa Inga tersebut mendengar suara seperti sebuah barang yang terjatuh. "Pas saya lihat sudah tergeletak pria, sudah berdarah," katanya.


Ketika itu, warga Kalibata City masih ramai berada di area taman tempat terjatuhnya pria berusia sekitar 40 tahun itu.


Warga sekitar, kata saksi itu, langsung terkejut dan berhamburan menghindari pria itu.


Menurutnya, pria itu menggunakan sepatu kets, celana, dan kaus garis-garis berwarna biru.


Aparat kepolisian sudah membuat garis polisi, sementara jenazah sudah ditutup dengan kertas koran. Puluhan warga masih berkerumum di lokasi kejadian.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















00.54 | 0 komentar | Read More

Panahan Tambahkan Satu Medali Emas





PALEMBANG, Kompas.com - Tuan rumah Indonesia hanya mendapatkan tambahan satu medali emas pada hari terakhir pelaksanaan pertandingan cabang panahan perhelatan olahraga negara-negara Islam atau "Islamic Solidarity Games III", setelah nomor "mix team compund" sebatas meraih perunggu di Palembang, Senin.
     
Emas terakhir Indonesia dari panahan ini dipersembahkan Ika Yuliana Rochmawati dan Riau Ega Agatha Salsabila yang berlaga pada nomor mix team recurve, setelah mencatatkan skor 146 dan pada babak penyisihan di Arena Panahan Jakabaring membukukan skor 2.611.
     
Kemudian, medali perak diraih Mesir atas nama Ibrahim Mohamed Rashad dan Amira Mansour yang membukukan skor 142, setelah pada babak penyisihan mengumpulkan angka 2.566.
     
Sedangkan, medali perunggu diraih kontingen Malaysia atas nama Sui Kim dan Nazir Oman dengan raihan skor 129, setelah pada babak penyisihan hanya mampu meraih angka 2.401.
     
Untuk nomor mix team compund sendiri, tuan rumah Indonesia hanya meraih medali perunggu setelah atlet andalan Rona Siska Sari dan I Gusti Nyoman Puruhito meraih skor akhir 150.
     
Medali emas nomor mix team compund diraih Tim Malaysia Nor Rizah Ishak dan Mohd Firdaus Isa yang mengoleksi skor akhir sama dengan Indonesia yakni 150, namun unggul angka pada babak penyisihan.
     
Sementara, medali perak diraih Tim Iran atas  nama Mahtab Parsahemr dan Amir Kazempour dengan raihan angka 144 pada final, namun mengungguli Indonesia pada babak penyisihan.
     
Pelatih Panahanan Indonesia Daniel Lumalesil mengatakan raihan satu medali emas dari nomor mix recurve telah diprediksi sejak awal, karena memiliki atlet berpengalaman berlaga pada ajang internasional.
     
"Target perolehan medali telah telampaui setelah meraih dua medali emas, tiga perak dan tiga perunggu. Namun, yang terpenting bukan medali melainkan skor dicetak mengingat puncak prestasi atlet diharapkan pada SEA Games Myanmar, Desember mendatang," katanya.
     
Seusai perhelatan ISG ini, para atlet nasional panahan akan diikutsertakan pada kejuaraan dunia junior di China.
    
 Sebanyak 46 negara terdiri atas 1.677 orang atlet dan 599 orang ofisial terlibat dalam perhelatan olahraga multievent ini, yakni Aljazair, Azerbaijan, Brunei Darussalam, Mesir, Guyana, Indonesia, Iran, Iraq, Kuwait, Libya, Maladewa, Maroko, Oman, Pakistan, Palestina, Qatar, Saudi Arabia, Sudan, Suriah, Tajikistan, Turkmenistan, Turki, Uni Emirat Arab (UEA).
     
Kemudian, Uganda, Yaman, Guinea, Mauritania, Gambia, Nigeria, Yordania, Togo, Pantai Gading, Senegal, Kamerun, Monzambik, Libanon, Tunisia, Somalia, Bahrain, Jibuti, Bangladesh, Chad, Komoro, Sierra Lione, dan Mali.     
     
Pehelatan ISG direncanakan akan ditutup oleh Menpora Roy Suryo di Palembang, Selasa (1/10) malam, setelah berlangsung sejak 22 September lalu.



Editor : Tjahjo Sasongko















00.49 | 0 komentar | Read More

Ini Anggota LPSK 2013-2018






JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak tujuh orang akhirnya terpilih sebagai anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) periode 2013-2018 melalui pemungutan suara yang dilakukan, Senin (30/9/2013) di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat. Empat orang di antaranya merupakan calon petahana yang kini sedang menjabat di LPSK.

Tujuh orang yang terpilih itu yakni Abdul Haris Semendawai (Advokat/Ketua LPSK), Edwin Partogi Siregar (Kontras), Lili Pintauli (advokat/anggota LPSK), Askari Razak (akademisi), Hasto Atmojo Suroyo (Akademisi), Lies Sulistiani (Akademisi, wakil ketua LPSK), dan Teguh Soedarsono (Purn. Polri, anggota LPSK 2008-2013).


Pemungutan suara di Komisi III dilakukan 52 anggota. Tiap anggota berhak memilih maksimal tujuh calon. Berikut hasil lengkapnya:

1. Askari Razak (akademisi) 45 suara.
2. Lili Pintauli (advokat, anggota LPSK 2008-2013) 48 suara.
3. Johny Nelson Simanjuntak (advokat, mantan komisioner Komnas HAM) 14 suara.
4. Hasto Atmojo Suroyo (Akademisi) 47 suara.
5. Abdul Haris Semendawai (Advokat/Ketua LPSK) 51 suara.
6. Teguh Soedarsono (Purn. Polri, anggota LPSK 2008-2013) 27 suara.
7. Lestantya Ravisavitra Baskoro (jurnalis) 9 suara.
8. Lies Sulistiani (Akademisi, wakil ketua LPSK) 32 suara.
9. Mashudi (pensiunan PNS, tim asistensi menkumham) 21 suara.
10. Adhi Ayoe Yanthi (advokat) 12 suara.
11. Rinto Tri Hasworo (advokat) 0 suara.
12. Christomus Adrian Gampamolo (Purn. Polri) 0 suara.
13. Rooseno (PNS Menkumham) 5 suara.
14. Edwin Partogi Pasaribu (Kontras dan LSM) 45 suara.

"Ini kombinasi antara baru dan lama, yang lama menjaga kontinuitas. Energi LPSK memang lebih kuat dan berpengaruh ke penegakan hukum," ujar Ketua Komisi III Gede Pasek Suardika di Kompleks Parlemen, Senin (30/9/2013).

Pasek mengatakan, keberadaan lembaga ini penting untuk membongkar fakta yang ada. Selain itu, komposisi yang terpilih juga dianggap cukup bagus. "Incumbent (petahana) empat orang masuk semua," ucapnya.

Setelah pemilihan ini, Komisi III DPR akan menyampaikan hasil pemilihan LPSK ke rapat paripurna pada Senin (30/9/2013).





Editor : Hindra Liauw
















00.22 | 0 komentar | Read More

Pengacara Hanung Pelajari Laporan Rachmawati

Written By rajablos on Selasa, 24 September 2013 | 00.56


Jakarta - Pelaporan Rachmawati ke Polda Metro Jaya terhadap sutradara Hanung Bramantyo terkait tuduhan pencemaran nama baik terhadap putri Proklamator Indonesia itu ditanggapi santai oleh David Abraham, kuasa hukum Hanung Bramantyo saat dihubungi wartawan, Senin (23/9) sore.


"Nanti biar diselidiki polisi. Biar polisi yang buat kesimpulan itu pencemaran nama baik apa enggak. Kalau laporan sudah dibuat, kami ikuti proses hukum," ungkap David.


Dilanjutkan David, Hanung sudah mengetahui tentang pelaporan pihak Rachmawati ke pihak Kepolisian.


"Mas Hanung sudah mengetahui pelaporan itu kok, dan itu memang sudah kita prediksi sebelumnya. Yang jelas karena sudah dilaporkan makanya kita ikuti saja kelanjutan proses hukumnya," lanjut David.


Selain itu kini pihaknya sedang mempelajari tuduhan pencemaran nama baik yang dilaporkan pihak Rachmawati itu.


"Kalau memang kata-kata itu diucapkan, bagaimana kelanjutannya, kita lihat saja nanti. Saya belum ketemu Mas Hanung. Jadi nanti coba ditanyakan apakah kata-kata itu keluar dari mulut Mas Hanung," tuturnya.


Rachmawati akhirnya melaporkan sutradara Hanung Bramantyo terkait pernyataan Hanung yang mengatakan Rachmawati tengah mencari popularitas lewat film Soekarno: Indonesia Merdeka. Hal itu diduga diungkapkan Hanung saat menggelar jumpa pers menjawab somasi yang dikirimkan pihak Rachmawati dikantor Multivision Plus, di kawasan Kuningan, Jakarta, pekan lalu.


00.56 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger