Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Lentera Hati Priska, Kisah Tuna Netra Peduli Terhadap Sesama

Written By rajablos on Selasa, 27 November 2012 | 00.56


Film Lentera Hati Priska yang menyentuh.

Film Lentera Hati Priska yang menyentuh. (sumber: Istimewa)




Priska saat ini berusia 34 tahun dan selama itu pula ia tidak bisa melihat dunia.

Fimela TV dan DOVE bersama Miles Film, didukung oleh Kick Andy Foundation menghadirkan tayangan istimewa yakni memperkenalkan profil perempuan biasa dalam konsep film pendek berjudul Lentera Hati Priska.

Film Lentera Hati Priska menceritakan kisah perempuan tuna netra bernama lengkap Priskilla Smith Jully yang ditengah keterbatasannya justru sanggup memberi cahaya bagi orang banyak. Ia merupakan pendiri The School of Life (TSOL), yaitu 'rumah' bagi puluhan penyandang cacat, orang terlantar, hingga penderita gangguan jiwa yang berdiri sejak tahun 2006 di Semarang.

Preview perdana film Lentera Hati Priska ini diputar di hadapan sekitar 400 peserta seminar 'Indonesia World of Women (IWOW) conference' yang diselenggarakan sebuah media online, 9 November 2012 lalu di Jakarta.

Sebelum pemutaran perdana, Riri Riza dan Mira Lesmana, produser dari Miles Films mengungkapkan secara singkat proses pembuatan film tersebut.

"Beberapa sosok perempuan sempat diusulkan Kick Andy Foundation, tetapi akhirnya Priska yang terpilih. Dengan segala keterbatasan, Priska memiliki kecantikan yang bisa memberikan makna bagi hidup orang-orang di sekelilingnya," ujar Mira Lesmana.

Priska saat ini berusia 34 tahun dan selama itu pula ia tidak bisa melihat dunia. Namun mata hatinya justru mampu melihat banyak orang yang membutuhkan uluran tangan. Sebelum membantu orang-orang yang kurang beruntung tersebut, Priska harus melewati kehidupan yang cukup sulit.

Sebagai anak yang terlahir tidak diinginkan, beragam cara pengguguran dilakukan orangtuanya sehingga dirinya mengalami cacat. Ia kemudian sempat mencoba untuk melakukan beragam profesi seperti kondektur, penjual kue, penyanyi kafe, preman pasar samapai penyiar radio.

Dengan modal nekat, Priska mengaku mencoba membangun TSOL. Namun ia tidak pernah menyerah untuk melakukan kebajikan. Untuk kehidupan sehari-hari, Priska, tim pengabdi, dan beberapa anak asuhnya turun langsung mencari uang. Mulai dari menjadi pengupas bawang merah, badut pengisi acara resepsi, sampai berjualan sembako dan pakaian bekas.

Film ini dapat disaksikan di Fimela TV, Youtube maupun laman facebook DOVE Indonesia. Dengan melakukan share ke orang lalin, penonton telah ikut mendonasikan Rp100 untuk warga The School of Life.

 

00.56 | 0 komentar | Read More

Empat Mobil Tabrakan Beruntun di "Underpass" Pasar Gembrong





Empat Mobil Tabrakan Beruntun di "Underpass" Pasar Gembrong





Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Selasa, 27 November 2012 | 00:34 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - insiden kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Basuki Rahmat, tepatnya di underpass Pasar Gembrong yang mengarah ke Duren Sawit, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (26/11/2012) malam. Tak ada korban jiwa atas musibah tersebut.


Rio (38), seorang saksi mata mengatakan, peristiwa itu terjadi pukul 22.00 WIB saat sebuah truk Fuso B 9388 NH pengangkut tanah, melaju dari Kasablanka ke Duren Sawit dengan kecepatan sedang. Melewati underpass yang menurun, saat itulah kecelakaan terjadi.


"Suasana lalu lintas memang sedang antre. Pas turunan, truk itu laju terus, nabrak mobil yang di depannya, begitu terus sampai empat mobil," ujarnya saat ditemui di Kantor Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur, Senin malam.


Truk yang hendak mengangkut tanah ke Kranji, Bekasi itu menabrak sebuah mobil Toyota Innova B 1187 KKM hingga mengalami kerusakan berat di bagian belakang.


Tak berhenti hingga di situ, mobil tersebut terdorong dan menabrak Proton Exora B 1893 TZL dan Hyundai B 1418 SJD.


Dari empat kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun, mobil Toyota Innova B 1187 KKM yang dikemudikan Adril (50) dan ditabrak pertama kali oleh truk itu tampak mengalami rusak paling berat dengan kondisi bagian belakang hancur.


"Kalau kata sopirnya pas keluar tadi katanya remnya blong. Dia langsung dibawa polisi," lanjut Rio.


Kini, seluruh pihak yang mobilnya mengalami kerusakan, termasuk sang sopir truk diperiksa di Kantor Satuan Lalu Lintas Wilayah Jakarta Timur (Satlantaswil Jaktim).


Beberapa pemilik mobil tampak mengikhlaskan insiden tersebut karena menggunakan jasa layanan asuransi. Musibah tersebut sempat membuat arus lalu lintas Jalan Basuki Rahmat menuju Duren Sawit macet hingga 1 kilometer. Aparat kepolisian datang dan mengatur lalu lintas agar tak terjadi penumpukan.

















00.54 | 0 komentar | Read More

Shvedova Sabet Gelar "Comeback Player of The Year"


KOMPAS.com - Yaroslava Shvedova dinobatkan sebagai Comeback Player of The Year oleh WTA. Pemberian penghargaan ini dilatarbelakangi oleh prestasinya yang cukup mengesankan pada 2012, setelah sempat terpuruk dan melorot hingga peringkat ke-259 dunia.

Pada musim 2010, Shvedova sempat memperlihatkan performa yang gemilang sehingga menembus peringkat ke-29 dunia untuk nomor tunggal, yang merupakan posisi terbaik sepanjang kariernya. Dia pun sukses merebut dua gelar grand slam di sektor ganda.

Namun pada awal musim 2011, petaka menghampiri pemain Rusia yang berdomisili di Kazakhstan ini. Dia harus menjalani operasi lutut, dan penampilannya sangat tidak stabil, yang membuatnya terpuruk ke peringkat ke-259.

Nah, pada musim 2012 Shvedova kembali on-fire. Meskipun tak meraih gelar, tetapi petenis berusia 25 tahun ini berhasil membuat kejutan di dua grand slam, yaitu Perancis Terbuka dan Wimbledon. Di Roland Garros, Shvedova mampu menembus babak perempat final usai menaklukkan juara bertahan asal China, Li Na, sebelum ditaklukkan petenis kidal Ceko, Petra Kvitova.

Sedangkan di Wimbledon, Shvedova yang mendapat wild card, berhasil mencapai babak perempat final. Di babak ketiga, dia lebih dulu mengalahkan unggulan ke-10 dari Italia, Sara Errani, dengan membuat "golden set" kedua dalam sejarah tenis - golden set adalah memenangi pertandingan tanpa kehilangan satu poin pun - dengan merebut 24 poin dalam pertandingan selama 15 menit di set pertama, membuat 14 winner dan 0 unforced error. Tetapi di babak keempat dia kalah dari unggulan keenam yang akhirnya jadi juara, Serena Williams.

Shvedova mengawali tahun 2012 dengan posisi di peringkat ke-206. Pada 8 Oktober, dia menembus posisi ke-28, melewati pencapaian tertingginya pada tahun 2010, yaitu peringkat ke-29. Dia berhasil membuat pencapaian tertinggi ketika menduduki peringkat ke-25 pada 29 Oktober, dan mengakhiri tahun 2012 ini di posisi ke-29.

"Saya sangat senang mendapatkan penghargaan ini dan menghormati media yang memilihku," ujar Shvedova, seperti dikutip dari situs resmi WTA, Senin (26/11/2012).

"Saya terkejut ketika mendengar berita ini. Saya sangat senang dan bangga dengan kembalinya aku pada tahun ini. Saya bekerja sangat keras dengan timku untuk melakukan ini dan menyenangkan mendapatkan penghargaan tersebut sekarang. Ini bukan hanya untukku, ini adalah kemenanganku dan juga timku."

Shvedova pun mengakui, hal yang paling berkesan baginya pada tahun 2012 adalah ketika membuat golden set. Menurutnya, hasil yang fantastis itu mungkin hanya terjadi sekali dalam seumur hidup, sehingga sangat spesial.







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo









00.49 | 0 komentar | Read More

Lima Wartawan Kompas Raih Penghargaan PII





Lima Wartawan Kompas Raih Penghargaan PII





Penulis : Tri Agung Kristanto | Senin, 26 November 2012 | 23:30 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com -  Lima wartawan Harian Kompas, Senin (26/11) malam menerima penghargaan dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) tahun 2012. Harian Kompas menyapu bersih lima kategori untuk wartawan yang diberikan oleh PII, dalam malam penghargaan yang diselenggarakan bersamaan dengan Kongres XIX PII tahun 2012 di Hotel Sultan, Jakarta.


Wartawan senior Kompas, Yuni Ikawati Hartono meraih penghargaan Adhiwarta Rekayasa. Penghargaan ini diberikan kepada wartawan yang dinilai berjasa mempublikasikan pengembangan dan aplikasi teknologi melalui media umum, serta mampu turut mendorong pembangunan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan Negara.


Kegiatan itu dilakukan secara konsisten dan terus menerus. Penghargaan untuk Yuni diserahkan oleh Ketua Umum PII periode 2009-2012 Said Didu.


Sedangkan empat wartawan Kompas lainnya, yakni Sonya Hellen Sinombor, Dahlia Irawati, Nawa Tunggal, dan Dwi Bayu Radius menerima penghargaan Adhisandya Rekayasa.


Penghargaan ini diberikan sesuai dengan karya tulis yang dihasilkan, yang dinilai menarik di bidang pengembangan atau aplikasi teknologi dan dipublikasikan melalui media massa, serta dipandang mampu turut mendorong pembangunan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan Negara.


Sonya meraih penghargaan untuk kategori energi, dengan tulisan berjudul Baterai dari Lumpur. Dahlia memenangi kategori ketahanan pangan, dengan karya berjudul Menggoreng Agar Awet.


Bayu meraih penghargaan untuk kategori transportasi dan teknologi dengan tulisan berjudul Mimpi Mobil Hemat BBM Lalu Lalang di Bandung. Nawa meraih penghargaan untuk kategori ketahanan sumberdaya air, dengan artikel berjudul Pembersih Sungai Otomatis. Seluruh karya pemenang dimuat di Harian Kompas.


Selain penghargaan bagi wartawan, Penghargaan PII juga diberikan kepada insinyur atau kelompok insinyur, serta perusahaan yang mampu mengembangkan atau mengaplikasikan teknologi, sehingga bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


Untuk tahun ini juga diberikan penghargaan untuk kategori Dharma Bakti Insinyur (Lifeachiefment Award). Penghargaan ini, adalah untuk tokoh insinyur nasional yang berjasa mengembangkan dan membantu keinsinyuran melalui PII secara konstruktif dan positif. Pemenang penghargaan ini, adalah Prof Dr Ir Oetarjo Diran dan (almarhum) Prof Dr Ir JA Katili. 


















00.22 | 0 komentar | Read More

Urusan "Cengek" Cuma Datangkan Untung


KOMPAS.com - Wajah Subandi tampak cerah kalau bercerita soal cabe rawit. Tanaman yang nama Latinnya  Capsicum frutescens ini lebih akrab di telinga orang Sunda, Jawa Barat dengan sebutan cengek. "Cengek  saya geluti setelah pensiun," ujar pria kelahiran Karawang ini di Bekasi pada Senin (26/11/2012).




Menurut Sri Suharti, perempuan harus menguasai ilmu dari sandal jepit sampai jepit rambut




Subandi yang pensiun pada Mei 2011 sebagai pegawai negeri sipil (PNS) ini adalah satu dari dua nasabah Program Daya Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk Kota Bekasi yang terbilang sukses memanfaatkan dana kredit dari Program Daya. Rekan Subandi lainnya adalah Sri Suharti.


Menurut Daya Head PT Bank BTPN Tbk David Freddynanto secara nasional sampai dengan 30 September 2012, Program Daya sudah menjangkau 1.053.945 penerima manfaat. Angka ini meningkat 53 persen ketimbang setahun silam.


David menambahkan, Program Daya mengusung tiga pilar utama. Pertama Daya Sehat Sejahtera dan Daya Tumbuh Komunitas. "Program Pak Subandi ini lengkapnya bernama Daya Tumbuh Usaha," terang David.


Subandi bercerita dirinya memilih cabe rawit sebagai usahanya pascapensiun. Secara khusus, menurutnya, usaha penanaman cabe rawit cuma mendatangkan untung. "Enggak ada yang rugi menanam cabe rawit," katanya.


Alasan Subandi simpel saja. Orang Indonesia gemar sekali makanan pedas. Sementara, cabe rawit adalah sumber rasa pedas paling dipilih masyarakat Indonesia. "Pasarnya pun lebih mudah," tutur pemilik tahun kelahiran 1955 ini.


Berbekal keyakinan itu, Subandi memang bekerja giat untuk mengembangkan usahanya. Alhasil, dalam kurun waktu dua tahun, bapak dua anak ini mampu memanen sekitar 1 ton cabe rawit. Modal awalnya di kisaran Rp 9 juta hingga Rp 12 juta itu bisa berkembang berlipat. "Saya bisa mendapat uang sekitar Rp 24 juta," kata warga Perumnas III Bekasi Timur ini.


Sandal jepit hingga jepit rambut


Sementara itu, kisah keberhasilan Sri Suharti lain lagi. Pensiunan Pemprov DKI di bidang kesehatan ini sejak muda memang punya prinsip unik. "Perempuan harus menguasai ilmu dari sandal jepit sampai jepit rambut," katanya sumringah.


Ia mengatakan, dirinya adalah seorang bidan. Tapi, lantaran kesukaannya pada olah raga, ibu tiga cucu ini mengajar senam sejak 1997. "Ini hobi yang saya jalani dan menghasilkan uang," ujar istri dari Rusdi Ramelan ini.


Sri sampai kini masih mengajar senam untuk para lanjut usia anggota komunitas nasabah purnabakti Bank BTPN Bekasi. Setiap minggu pertama Hari Sabtu dan minggu ketiga Hari Jumat dalam bulan, Sri mengisi jadwal senam itu.


Selain senang berolah raga, tutur kelahiran Rawa Badak, Tanjung Priok, Jakarta Utara 57 silam itu, dirinya juga punya minat di bidang katering. Bisnis inilah yang kini dijalani melalui program Bank BTPN tersebut di atas. "Modal dari bank waktu itu Rp 50 juta," katanya.


Lebih lanjut, Sri menerangkan, bisnis katering ini dijalankan bersama adik kandungnya di kawasan Margahayu, Bekasi Timur sejak 2011. Dirinya menginvestasikan dana sementara adiknya yang menjalankan bisnis. "Kalau pesanan sedang bagus, saya bisa mendapat uang hingga Rp 15 juta," kata warga Harapan Jaya, Bekasi Utara.


Saat ini, Sri mengaku mematok dua terget untuk pengembangan usaha. Yang pertama, dirinya ingin memperbesar usaha pelayanan kesehatan di bidang kebidanan.


Sementara, target satu lagi adalah memperbesar usaha tempat senam. Menurutnya, bidang ini terbilang kecil risikonya. "Namun, peminatnya banyak karena sekarang banyak ibu-ibu, khususnya, yang sadar akan kesehatan," demikian Sri Suharti menuturkan harapannya.


00.02 | 0 komentar | Read More

Akhirnya, Album AC/DC Tersedia di iTunes

Written By rajablos on Selasa, 20 November 2012 | 00.56


AC/DC

AC/DC (sumber: AFP)




Tidak ketinggalan lima album live dan tiga album kompilasi.

Setelah lama dinanti, lagu-lagu band rock AC/DC tersedia di iTunes. AC/DC merupakan salah satu dari grup besar yang paling akhir bersedia melepas karya mereka di toko musik digital melilik Apple. AC/DC menyusul The Beatles, Led Zeppelin, dan Metallica.

Keputusan ini disampaikan melalui situs resmi AC/DC. Kini penggemar AC/DC bisa mendapatkan seluruh karya mereka, dari debut album High Voltage (1976) hingga Black Ice (2008). Tidak ketinggalan lima album live dan tiga album kompilasi.

Band asal Australia yang menusung hard-rock ini sebelumnya selalu menolak untuk menjual karya mereka lewat iTunes. Mereka beralasan untuk menjaga tradisi format album ketimbang membiarkan publik membeli sebuah lagu saja.

Belum jelas apa yang membuat AC/Dc akhirnya mau menjual karya mereka di iTunes. Artis lain yang baru-baru ini juga mengubah sikapnya adalah Kid Rock, yang membatalkan sikapnya memboikot iTunes.

"Sudah sedikit toko rekaman yang tersedia. Selain itu, banyak penggemar yang enggan naik mobil dan berkendara ke toko," ujar Lee Trink, manajer Kid Rock kepada situs Rolling Stone.

00.56 | 0 komentar | Read More

Putri Thailand Siridornt ke Kota Bogor





Putri Thailand Siridornt ke Kota Bogor





Penulis : Ratih Prahesti Sudarsono | Selasa, 20 November 2012 | 00:06 WIB











BOGOR, KOMPAS.com - Putri Kerajaan Thailand Chakri Siridornt melakukan kunjungan singkat ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedung Badak 4 di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Senin (19/7/2012) sore. Kedatangannya disambut Wakil Walikota Bogor Achmad Ru'yat dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fetty Qondarsyah.


Dalam siaran pers yang dikeluarkan Humas Pemkot Bogor, dijelasakan, para murid mempersembahkan atraksi kesenian melalui alat musik angklung, yang dikolaborasikan dengan kohkol terbuat dari bambu serta kaleng dan botol bekas, serta seni pupuh. Ditampilkan juga simulasi ketangkasan penanganan kecelakaan oleh PMR (Palang Merah Remaja).


Putri Chakri Siridornt, selain meninjau kelas dan ruangan yang ada di SDN Kedung Badak 4, juga melakukan penyiraman pohon penghijauan.


"Putri Chakri Siridornt terkesan, apalagi ketika menyaksikan pementasan seni tradisional," kata Kepala Sekolah SDN Kedung Badak 4, H Basor.


Menurut Basor, kunjungan putri Kerajaan Thailand ini merupakan kunjungan balasan. Pada Mei lalu, Basor bersama tiga kepala sekolah dasar diundangnya ke Thailand. Saat itu kepala sekolah tersebut diajak berkeliling ke enam sekolah dasar dan satu sekolah lanjutan pertama di Thailand.

















00.54 | 0 komentar | Read More

Djokovic Kokoh di Puncak, Stepanek Naik Enam Tingkat



Ranking ATP


Djokovic Kokoh di Puncak, Stepanek Naik Enam Tingkat





Senin, 19 November 2012 | 22:56 WIB













PARIS, Kompas.com - Petenis Serbia, Novak Djokovic, tetap kokoh di puncak daftar petenis putra dunia (ATP), berdasarkan data yang dirilis ATP, Senin (19/11/2012). Djokovic meraih 12.920 poin.

Di urutan kedua ada superstar Swiss, Roger Federer. Pemain yang meraih 17 gelar grand slam ini mengumpulkan 10.265 poin.

Sementara itu peraih medali emas Olimpiade London 2012, Andy Murray, ada di peringkat tiga. Petenis Inggris Raya ini setingkat di atas pemain kidal asal Spanyol, Rafael Nadal, yang tak pernah tampil lagi sejak bulan Juli lalu, akibat cedera.

Petenis veteran Ceko, Radek Stepanek, naik enam peringkat ke urutan 31. Pemain berusia 34 tahun ini meraihnya setelah sukses membawa negaranya untuk pertama  kali menjuarai Piala Davis, dengan kemenangannya atas petenis Spanyol, Nicolas Almagro, Minggu (18/11). Stepanek jadi penentu Ceko menang 3-2 atas sang juara bertahan.

- Daftar peringkat ATP

1. Novak Djokovic (SRB)                 12,920 poin
2. Roger Federer (SUI)                   10,265
3. Andy Murray (GBR)                     8000
4. Rafael Nadal (ESP)                      6795
5. David Ferrer (ESP)                      6430
6. Tomas Berdych (CZE)                  4680
7. Juan Martin Del Potro (ARG)         4480
8. Jo-Wilfried Tsonga (FRA)              3490
9. Janko Tipsarevic (SRB)                 2990
10. Richard Gasquet (FRA)                2515
11. Nicolas Almagro (ESP)                 2515
12. Juan Monaco (ARG)                    2430
13. Milos Raonic (CAN)                     2380
14. John Isner (USA)                        2215
15. Marin Cilic (CRO)                        2210
16. Gilles Simon (FRA)                      2165
17. Stanislas Wawrinka (SUI)             1900
18. Alexandr Dolgopolov Jr. (UKR)       1855
19. Kei Nishikori (JPN)                       1830
20. Philipp Kohlschreiber (GER)          1770







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo















00.49 | 0 komentar | Read More

Bisa Saja Ada Kejutan di Rapat KPK-Timwas Century




Skandal Century


Bisa Saja Ada Kejutan di Rapat KPK-Timwas Century





Penulis : Khaerudin | Selasa, 20 November 2012 | 00:11 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi Senin (19/11/2012) telah selesai melakukan gelar perkara atau ekspos kasus dugaan korupsi dalam pemberian dana talangan alias bailout Bank Century. Hasil ekspos kasus Bank Century masih belum menetapkan ada tersangka dalam kasus ini. Tetapi kesimpulan Komisi Pemberantasan Korupsi tegas menyatakan bahwa ada indikasi tindak pidana korupsi dalam pemberian dana talangan ke Bank Century.


Namun, sangat mungkin terjadi kejutan saat KPK menggelar rapat dengan Tim Pengawas Century DPR yang rencananya akan digelar Selasa siang besok. Bisa saja, KPK mengumumkan tersangka kasus Century di sela rapat dengan Timwas Century DPR.


Juru Bicara KPK Johan Budi SP memastikan bahwa hingga Senin malam usai gelar perkara kasus Century, belum ada tersangka yang ditetapkan. Johan mengaku belum tahu, apakah besok pimpinan KPK saat rapat dengan Timwas Century DPR bakal mengumumkan tersangkanya. "Yang jelas hasil gelar perkara hanya menyatakan ada indikasi pelanggaran pidana dalam kasus pemberian dana talangan Bank Century," kata Johan.


Soal kemungkinan pimpinan KPK mengumumkan tersangka kasus Century saat rapat dengan Timwas Century DPR masih sangat terbuka. Apalagi, dalam sejarahnya, KPK pernah mengumumkan tersangka korupsi saat mereka rapat dengan DPR. KPK pernah mengumumkan penetapan Nunun Nurbaeti sebagai tersangka kasus pemberian cek perjalanan terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, di sela rapat dengan DPR. Jadi, sangat mungkin ada kejutan dalam rapat KPK dengan Timwas Century besok. Kita tunggu saja!

















00.22 | 0 komentar | Read More

Menteri ESDM Rangkap Jabatan di eks BP Migas


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik kini juga merangkap jabatan sebagai Kepala Satuan Kerja Sementara Pelaksana Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKSP BP Migas). Ini sekaligus mempertegas bahwa Raden Priyono didepak dari eks BP Migas.


Di papan backdrop acara tatap muka Menteri ESDM dengan seluruh pekerja dan tenaga penunjang SKSP BP Migas di City Plaza Senin (19/11/2012), Menteri ESDM juga disebut sebagai Kepala SKSP BP Migas.


"Ini disebabkan karena seluruh fungsi dan tugas BP Migas dialihkan sepenuhnya di unit kerja di bawah Kementerian ESDM," kata Jero saat tatap muka Menteri ESDM dengan seluruh pekerja dan tenaga penunjang SKSP Migas di City Plaza Jakarta, Senin (19/11/2012).


Menurutnya, rangkap jabatan ini sudah sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM 3135 K/08/MEM/2012 yang terbit Selasa (13/11/2012) sebagai turunan dari Peraturan Presiden Nomor 95/2012 tentang Pengalihan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kegiatan Hulu Migas.


Sementara di Keputusan Menteri ESDM Nomor 3136 K/73/MEM/2012 menjelaskan bahwa pengalihan tugas, fungsi, dan organisasi yaitu mengalihkan pelaksanaan tugas, fungsi, dan organisasi BP Migas kepada satuan kerja sementara pelaksana kegiatan usaha hulu migas. Semua personalia BP Migas dialihkan pada satuan kerja sementara pelaksana kegiatan usaha hulu migas.


Hal terkait operasional, pendanaan, dan aset di BP Migas diterapkan pada satuan kerja sementara usaha hulu migas. Jabatan di BP Migas juga diterapkan pada satuan kerja sementara. Saat ini yang menjabat di BP Migas baru atau SKSP BP Migas ini adalah:


1. Johanes Wijanarko sebagai Wakil Kepala
2. Widhyawan Prawiraatmadja sebagai Deputi Perencanaan
3. Akhmad Syahroza sebagai Deputi Pengendalian Keuangan
4. Gerhard Rumenggar sebagai Deputi Umum
5. Gde Pradnyana sebagai Deputi Pengendalian Operasi
6. Lambok Hamonangan Hutahuruk sebagai Deputi Evaluasi dan Pertimbangan Hukum


Sementara nama Raden Priyono yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BP Migas ditiadakan. Dengan dihapusnya posisi Kepala BP Migas itu dan seluruh kewenangan eks BP Migas dialihkan ke Kementerian ESDM, maka wewenangnya juga akan langsung diambil alih oleh Kementerian ESDM.


"Saya kemarin bertemu dengan Pak Priyono. Lantas apa pekerjaannya saat ini? Lalu dia menjawab saya ingin menjadi pengamat migas saja," kata Jero menirukan ucapan Priyono.


Jero pun menyambut baik apa yang dilakukan mantan Kepala BP Migas tersebut. Bahkan Jero juga berpesan bahwa Raden Priyono harus tetap kritis terhadap apa yang dilakukan pemerintah saat ini.












00.02 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger