Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Daftar Tuntutan Materi yang Diajukan Kiki Amalia

Written By rajablos on Selasa, 26 Februari 2013 | 00.56


Jakarta - Rumah tangga Kiki Amalia dan Markus Horison tampaknya sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Ini terbukti atas jawaban Kiki Amalia dalam sidang yang berlangsung, Senin (25/2) di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan.



Dalam sidang lanjutan tersebut, pihak Kiki Amalia bersedia dicerai talak Markus Horison.



Namun, Kiki Amalia mengajukan sejumlah tuntutan berupa materi yang besarnya diungkapkan kuasa hukum Markus, Sangap Surbakti.



Tuntutan tersebut berupa uang nafkah yang tidak diberikan Markus selama 12 bulan terakhir yang jika ditotalkan nilainya ratusan juta rupiah.



Tuntutan lainnya berupa uang masa iddah selama Rp 30 juta dan uang Mut'ah sebesar Rp 20 juta. Pihak Kiki juga berharap uang tersebut dapat dibayarkan segera mungkin.



"Ya, dia menggugat balik. Ada soal keuangan," ujar Surbakti usai sidang.



Pihak Markus yang diwakilkan kuasa hukumnya tersebut tentu saja terkejut mendengar tuntutan dari Kiki. Sebab, sedari awal, Markus tidak pernah membicarakan masalah harta dalam perceraiannya tersebut.



"Saya belum komunikasikan kepada Markus (tentang tuntutan uang). Sebab, dari awal enggak ada masalah. Markus sendiri tidak pernah menyinggung itu (masalah harta)," tutur Surbakti.



"Kesannya sekarang Markus "diperas". Saya pikir biar publik yang menjawabnya," imbuhnya.


00.56 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com - Megapolitan

KOMPAS.com - MegapolitanKOMPAS.comPengedar Narkoba dan Uang Palsu Ditangkap di SenenBasuki: Jaminan Kesehatan Warga Miskin Harus DiperjuangkanSesuai Pesan Jokowi, Bangunan Liar di Kali Pakin Dibongkar Tanpa Ganti RugiPolisi Tangkap Pengedar Ganja di Lapangan FutsalPerampok di Ciracas Mengaku Baru Pertama Kali BeraksiMerasa Terancam, Keluarga Korban Sodomi Terpaksa MengungsiKonstruksi Buruk Penyebab Rubuhnya Pintu Timur MonasDKI dan PT Askes Segera Uji Coba Asuransi KesehatanAir Mata Iringi Jenazah Korban Perampokan di CiracasPolisi Pelaku Sodomi Bocah F Alami Disorientasi SeksualBasuki Janji Angkat Tenaga Medis HonorerIstimewanya Sidang Anak MenteriGagal Peluk dan Cium Jokowi, Cium Tangannya pun PuasIni Penyebab Jakarta Timur Rawan KejahatanAyah Bayi Masih Hidup Divonis Mati Lapor ke Polda


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Tue , 26 Feb 2013 00:45:21 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/23113043/Pengedar.Narkoba.dan.Uang.Palsu.Ditangkap.di.Senen Mon , 25 Feb 2013 23:11:30 UTC+0700Aparat Polres Metro Jakarta Pusat menangkap dua orang pengedar sabu-sabu saat melakukan transaksi di Jalan Bungur Raya, Senen, Jakpus, Senin. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/23113043/Pengedar.Narkoba.dan.Uang.Palsu.Ditangkap.di.Senen">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/23113043/Pengedar.Narkoba.dan.Uang.Palsu.Ditangkap.di.Senen http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22454582/Basuki.Jaminan.Kesehatan.Warga.Miskin.Harus.Diperjuangkan Mon , 25 Feb 2013 22:45:45 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/05/1533345-basuki-tjahaja-2-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, jaminan kesehatan untuk warga miskin harus diperjuangkan meskipun ditentang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22454582/Basuki.Jaminan.Kesehatan.Warga.Miskin.Harus.Diperjuangkan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22454582/Basuki.Jaminan.Kesehatan.Warga.Miskin.Harus.Diperjuangkan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22233195/Sesuai.Pesan.Jokowi..Bangunan.Liar.di.Kali.Pakin.Dibongkar.Tanpa.Ganti.Rugi Mon , 25 Feb 2013 22:23:31 UTC+0700Sebanyak 60 bangunan liar di sepanjang Kali Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara, dibongkar. Sesuai pesan Gubernur Jokowi, tidak ada ganti rugi. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22233195/Sesuai.Pesan.Jokowi..Bangunan.Liar.di.Kali.Pakin.Dibongkar.Tanpa.Ganti.Rugi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22233195/Sesuai.Pesan.Jokowi..Bangunan.Liar.di.Kali.Pakin.Dibongkar.Tanpa.Ganti.Rugi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22045774/Polisi.Tangkap.Pengedar.Ganja.di.Lapangan.Futsal Mon , 25 Feb 2013 22:04:57 UTC+0700Satuan Reserse Narkoba Polrestro Jakarta Selatan menangkap seorang pengedar narkoba jenis ganja di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakbar <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22045774/Polisi.Tangkap.Pengedar.Ganja.di.Lapangan.Futsal">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22045774/Polisi.Tangkap.Pengedar.Ganja.di.Lapangan.Futsal http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22010895/Perampok.di.Ciracas.Mengaku.Baru.Pertama.Kali.Beraksi Mon , 25 Feb 2013 22:01:08 UTC+0700Satu dari dua perampok di Ciracas, Jaktim, Senin dini hari, mengaku sebagai perampok amatiran. Ia baru tiba di Jakarta, Minggu kemarin. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22010895/Perampok.di.Ciracas.Mengaku.Baru.Pertama.Kali.Beraksi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22010895/Perampok.di.Ciracas.Mengaku.Baru.Pertama.Kali.Beraksi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/21404527/Merasa.Terancam..Keluarga.Korban.Sodomi.Terpaksa.Mengungsi Mon , 25 Feb 2013 21:40:45 UTC+0700Bukan hanya menjadi korban sodomi oleh oknum Brimob, bocah berinisial F dan keluarganya terpaksa mengungsi karena terancam oleh tetangganya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/21404527/Merasa.Terancam..Keluarga.Korban.Sodomi.Terpaksa.Mengungsi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/21404527/Merasa.Terancam..Keluarga.Korban.Sodomi.Terpaksa.Mengungsi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20522134/Konstruksi.Buruk.Penyebab.Rubuhnya.Pintu.Timur.Monas Mon , 25 Feb 2013 20:52:21 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/24/1636145-lks-pengamanan-ditingkatkan-di-setiap-pintu-masuk-di-kawasan-monumen-nasional-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Akibat kontruksi buruk, gerbang timur Taman Monumen Nasional roboh pada Minggu dini hari. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20522134/Konstruksi.Buruk.Penyebab.Rubuhnya.Pintu.Timur.Monas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20522134/Konstruksi.Buruk.Penyebab.Rubuhnya.Pintu.Timur.Monas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20280959/DKI.dan.PT.Askes.Segera.Uji.Coba.Asuransi.Kesehatan Mon , 25 Feb 2013 20:28:09 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/10/1203163-nut---kartu-jakarta-sehat--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Askes akan bekerja sama dalam program Kartu Jakarta Sehat, termasuk uji coba asuransi kesehatan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20280959/DKI.dan.PT.Askes.Segera.Uji.Coba.Asuransi.Kesehatan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20280959/DKI.dan.PT.Askes.Segera.Uji.Coba.Asuransi.Kesehatan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20075956/Air.Mata.Iringi.Jenazah.Korban.Perampokan.di.Ciracas Mon , 25 Feb 2013 20:07:59 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/25/1747584-korban-perampokan-ciracas-tengok-jenazah-putra-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jenazah Kriston Hutagalung, korban meninggal akibat perampokan di Ciracas, diberangkatkan dari kamar jenazah RS Polri Kramat Jati ke rumah duka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20075956/Air.Mata.Iringi.Jenazah.Korban.Perampokan.di.Ciracas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20075956/Air.Mata.Iringi.Jenazah.Korban.Perampokan.di.Ciracas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/19193546/Polisi.Pelaku.Sodomi.Bocah.F.Alami.Disorientasi.Seksual Mon , 25 Feb 2013 19:19:35 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/27/1444462t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Salah satu anggota kepolisian berinisial E yang menjadi tersangka kasus pencabulan bocah berinisial F 5 diduga mengalami disorientasi seksual. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/19193546/Polisi.Pelaku.Sodomi.Bocah.F.Alami.Disorientasi.Seksual">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/19193546/Polisi.Pelaku.Sodomi.Bocah.F.Alami.Disorientasi.Seksual http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1911318/Basuki.Janji.Angkat.Tenaga.Medis.Honorer Mon , 25 Feb 2013 19:11:31 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/21/5042889t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wagub Basuki berjanji akan mengangkat tenaga medis honorer menjadi tenaga Badan Layanan Umum Daerah BLUD DKI. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1911318/Basuki.Janji.Angkat.Tenaga.Medis.Honorer">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1911318/Basuki.Janji.Angkat.Tenaga.Medis.Honorer http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/18532219/Istimewanya.Sidang.Anak.Menteri Mon , 25 Feb 2013 18:53:22 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/21/1016449-rasyid-rajasa-sidang-ketiga-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Penjagaan ketat polisi di sidang Rasyid Rajasa dan jadwal sidang seminggu dua kali menjadikan sidang ini berbeda dari biasanya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/18532219/Istimewanya.Sidang.Anak.Menteri">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/18532219/Istimewanya.Sidang.Anak.Menteri http://www.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1847197/Gagal.Peluk.dan.Cium.Jokowi..Cium.Tangannya.pun.Puas Mon , 25 Feb 2013 18:47:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/25/1636275-disambut-korban-kebakaran-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sri Mardiyah, korban kebakaran di Pademangan, Jakarta Utara, merasa puas setelah keinginannya bertemu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terpenuhi. <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1847197/Gagal.Peluk.dan.Cium.Jokowi..Cium.Tangannya.pun.Puas">[...]</a> http://www.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1847197/Gagal.Peluk.dan.Cium.Jokowi..Cium.Tangannya.pun.Puas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1825310/Ini.Penyebab.Jakarta.Timur.Rawan.Kejahatan. Mon , 25 Feb 2013 18:25:31 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/25/1104012-rumah-korban-perampokan-ciracas-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ada beberapa faktor yang membuat aksi kejahatan disertai kekerasan di Jakarta Timur menjadi marak dalam beberapa waktu terakhir. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1825310/Ini.Penyebab.Jakarta.Timur.Rawan.Kejahatan.">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1825310/Ini.Penyebab.Jakarta.Timur.Rawan.Kejahatan. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/18190523/Ayah.Bayi.Masih.Hidup.Divonis.Mati.Lapor.ke.Polda Mon , 25 Feb 2013 18:19:05 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/21/1404084-bayi-korban-salah-vonis-bidan-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ali Zuar, orangtua bayi Upik yang divonis sudah meninggal padahal masih bernafas, resmi membuat laporan ke SPK Polda Metro Jaya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/18190523/Ayah.Bayi.Masih.Hidup.Divonis.Mati.Lapor.ke.Polda">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/18190523/Ayah.Bayi.Masih.Hidup.Divonis.Mati.Lapor.ke.Polda


KOMPAS.com - MegapolitanKOMPAS.comPengedar Narkoba dan Uang Palsu Ditangkap di SenenBasuki: Jaminan Kesehatan Warga Miskin Harus DiperjuangkanSesuai Pesan Jokowi, Bangunan Liar di Kali Pakin Dibongkar Tanpa Ganti RugiPolisi Tangkap Pengedar Ganja di Lapangan FutsalPerampok di Ciracas Mengaku Baru Pertama Kali BeraksiMerasa Terancam, Keluarga Korban Sodomi Terpaksa MengungsiKonstruksi Buruk Penyebab Rubuhnya Pintu Timur MonasDKI dan PT Askes Segera Uji Coba Asuransi KesehatanAir Mata Iringi Jenazah Korban Perampokan di CiracasPolisi Pelaku Sodomi Bocah F Alami Disorientasi SeksualBasuki Janji Angkat Tenaga Medis HonorerIstimewanya Sidang Anak MenteriGagal Peluk dan Cium Jokowi, Cium Tangannya pun PuasIni Penyebab Jakarta Timur Rawan KejahatanAyah Bayi Masih Hidup Divonis Mati Lapor ke Polda


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Tue , 26 Feb 2013 00:45:21 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/23113043/Pengedar.Narkoba.dan.Uang.Palsu.Ditangkap.di.Senen Mon , 25 Feb 2013 23:11:30 UTC+0700Aparat Polres Metro Jakarta Pusat menangkap dua orang pengedar sabu-sabu saat melakukan transaksi di Jalan Bungur Raya, Senen, Jakpus, Senin. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/23113043/Pengedar.Narkoba.dan.Uang.Palsu.Ditangkap.di.Senen">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/23113043/Pengedar.Narkoba.dan.Uang.Palsu.Ditangkap.di.Senen http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22454582/Basuki.Jaminan.Kesehatan.Warga.Miskin.Harus.Diperjuangkan Mon , 25 Feb 2013 22:45:45 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/05/1533345-basuki-tjahaja-2-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, jaminan kesehatan untuk warga miskin harus diperjuangkan meskipun ditentang. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22454582/Basuki.Jaminan.Kesehatan.Warga.Miskin.Harus.Diperjuangkan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22454582/Basuki.Jaminan.Kesehatan.Warga.Miskin.Harus.Diperjuangkan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22233195/Sesuai.Pesan.Jokowi..Bangunan.Liar.di.Kali.Pakin.Dibongkar.Tanpa.Ganti.Rugi Mon , 25 Feb 2013 22:23:31 UTC+0700Sebanyak 60 bangunan liar di sepanjang Kali Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara, dibongkar. Sesuai pesan Gubernur Jokowi, tidak ada ganti rugi. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22233195/Sesuai.Pesan.Jokowi..Bangunan.Liar.di.Kali.Pakin.Dibongkar.Tanpa.Ganti.Rugi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22233195/Sesuai.Pesan.Jokowi..Bangunan.Liar.di.Kali.Pakin.Dibongkar.Tanpa.Ganti.Rugi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22045774/Polisi.Tangkap.Pengedar.Ganja.di.Lapangan.Futsal Mon , 25 Feb 2013 22:04:57 UTC+0700Satuan Reserse Narkoba Polrestro Jakarta Selatan menangkap seorang pengedar narkoba jenis ganja di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakbar <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22045774/Polisi.Tangkap.Pengedar.Ganja.di.Lapangan.Futsal">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22045774/Polisi.Tangkap.Pengedar.Ganja.di.Lapangan.Futsal http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22010895/Perampok.di.Ciracas.Mengaku.Baru.Pertama.Kali.Beraksi Mon , 25 Feb 2013 22:01:08 UTC+0700Satu dari dua perampok di Ciracas, Jaktim, Senin dini hari, mengaku sebagai perampok amatiran. Ia baru tiba di Jakarta, Minggu kemarin. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22010895/Perampok.di.Ciracas.Mengaku.Baru.Pertama.Kali.Beraksi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/22010895/Perampok.di.Ciracas.Mengaku.Baru.Pertama.Kali.Beraksi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/21404527/Merasa.Terancam..Keluarga.Korban.Sodomi.Terpaksa.Mengungsi Mon , 25 Feb 2013 21:40:45 UTC+0700Bukan hanya menjadi korban sodomi oleh oknum Brimob, bocah berinisial F dan keluarganya terpaksa mengungsi karena terancam oleh tetangganya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/21404527/Merasa.Terancam..Keluarga.Korban.Sodomi.Terpaksa.Mengungsi">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/21404527/Merasa.Terancam..Keluarga.Korban.Sodomi.Terpaksa.Mengungsi http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20522134/Konstruksi.Buruk.Penyebab.Rubuhnya.Pintu.Timur.Monas Mon , 25 Feb 2013 20:52:21 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/24/1636145-lks-pengamanan-ditingkatkan-di-setiap-pintu-masuk-di-kawasan-monumen-nasional-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Akibat kontruksi buruk, gerbang timur Taman Monumen Nasional roboh pada Minggu dini hari. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20522134/Konstruksi.Buruk.Penyebab.Rubuhnya.Pintu.Timur.Monas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20522134/Konstruksi.Buruk.Penyebab.Rubuhnya.Pintu.Timur.Monas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20280959/DKI.dan.PT.Askes.Segera.Uji.Coba.Asuransi.Kesehatan Mon , 25 Feb 2013 20:28:09 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/10/1203163-nut---kartu-jakarta-sehat--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT Askes akan bekerja sama dalam program Kartu Jakarta Sehat, termasuk uji coba asuransi kesehatan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20280959/DKI.dan.PT.Askes.Segera.Uji.Coba.Asuransi.Kesehatan">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20280959/DKI.dan.PT.Askes.Segera.Uji.Coba.Asuransi.Kesehatan http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20075956/Air.Mata.Iringi.Jenazah.Korban.Perampokan.di.Ciracas Mon , 25 Feb 2013 20:07:59 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/25/1747584-korban-perampokan-ciracas-tengok-jenazah-putra-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jenazah Kriston Hutagalung, korban meninggal akibat perampokan di Ciracas, diberangkatkan dari kamar jenazah RS Polri Kramat Jati ke rumah duka. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20075956/Air.Mata.Iringi.Jenazah.Korban.Perampokan.di.Ciracas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/20075956/Air.Mata.Iringi.Jenazah.Korban.Perampokan.di.Ciracas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/19193546/Polisi.Pelaku.Sodomi.Bocah.F.Alami.Disorientasi.Seksual Mon , 25 Feb 2013 19:19:35 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/08/27/1444462t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Salah satu anggota kepolisian berinisial E yang menjadi tersangka kasus pencabulan bocah berinisial F 5 diduga mengalami disorientasi seksual. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/19193546/Polisi.Pelaku.Sodomi.Bocah.F.Alami.Disorientasi.Seksual">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/19193546/Polisi.Pelaku.Sodomi.Bocah.F.Alami.Disorientasi.Seksual http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1911318/Basuki.Janji.Angkat.Tenaga.Medis.Honorer Mon , 25 Feb 2013 19:11:31 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/21/5042889t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wagub Basuki berjanji akan mengangkat tenaga medis honorer menjadi tenaga Badan Layanan Umum Daerah BLUD DKI. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1911318/Basuki.Janji.Angkat.Tenaga.Medis.Honorer">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1911318/Basuki.Janji.Angkat.Tenaga.Medis.Honorer http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/18532219/Istimewanya.Sidang.Anak.Menteri Mon , 25 Feb 2013 18:53:22 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/21/1016449-rasyid-rajasa-sidang-ketiga-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Penjagaan ketat polisi di sidang Rasyid Rajasa dan jadwal sidang seminggu dua kali menjadikan sidang ini berbeda dari biasanya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/18532219/Istimewanya.Sidang.Anak.Menteri">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/18532219/Istimewanya.Sidang.Anak.Menteri http://www.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1847197/Gagal.Peluk.dan.Cium.Jokowi..Cium.Tangannya.pun.Puas Mon , 25 Feb 2013 18:47:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/25/1636275-disambut-korban-kebakaran-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sri Mardiyah, korban kebakaran di Pademangan, Jakarta Utara, merasa puas setelah keinginannya bertemu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terpenuhi. <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1847197/Gagal.Peluk.dan.Cium.Jokowi..Cium.Tangannya.pun.Puas">[...]</a> http://www.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1847197/Gagal.Peluk.dan.Cium.Jokowi..Cium.Tangannya.pun.Puas http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1825310/Ini.Penyebab.Jakarta.Timur.Rawan.Kejahatan. Mon , 25 Feb 2013 18:25:31 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/25/1104012-rumah-korban-perampokan-ciracas-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ada beberapa faktor yang membuat aksi kejahatan disertai kekerasan di Jakarta Timur menjadi marak dalam beberapa waktu terakhir. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1825310/Ini.Penyebab.Jakarta.Timur.Rawan.Kejahatan.">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/1825310/Ini.Penyebab.Jakarta.Timur.Rawan.Kejahatan. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/18190523/Ayah.Bayi.Masih.Hidup.Divonis.Mati.Lapor.ke.Polda Mon , 25 Feb 2013 18:19:05 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/21/1404084-bayi-korban-salah-vonis-bidan-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ali Zuar, orangtua bayi Upik yang divonis sudah meninggal padahal masih bernafas, resmi membuat laporan ke SPK Polda Metro Jaya. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/18190523/Ayah.Bayi.Masih.Hidup.Divonis.Mati.Lapor.ke.Polda">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/02/25/18190523/Ayah.Bayi.Masih.Hidup.Divonis.Mati.Lapor.ke.Polda


00.54 | 0 komentar | Read More

Liga Inggris Ancam Liga Singapura




Liga Inggris Ancam Liga Singapura





Senin, 25 Februari 2013 | 23:52 WIB












 SINGAPURA, Kompas.com -  Para pemain klub Liga S (Singapura), Balestier Khalsa berencana membujuk warga negara kecil tersebut untuk datang ke stadion.

"Semakin sering para pemain mengunjungi para penggemar,  mereka akan lebih mengenal warga," kata ketua Balestier, S. Thavaneson. "Semoga saja mereka akan tertarik untuk datang ke stadion."

Meski sepakbola meerupakan olah raga terpopuler, namun penduduk Singapura lebih senang berada di depan televisi menyaksikan pertandingan klub-klub Liga Inggris seperti Manchester United, Liverpool dan Arsenal daripada meonton klub lokal seperti Balestier, Woodlands Wellington atau pun Tanjong Pagar United.

Rata-rata penonton yang menyaksikan 12 klub anggota Liga-S (Singapura) berlaga tahun lalu hanya 932 orang. Penyelanggara liga pun kesulitan untuk mempromosikan pertandingan-pertandingan kompetisi.

Thavaneson berharap kampanye ketuk pintu ini akan mampu membuat penonton datang ke stadion pada musim 2013 ini. "Ada 100.000 warga di Toa Payoh. Jika kami mampu menarik 3 persen saja dari mereka untuk datang ke stadion, pertandingan kami akan selalu penuh."

Liga S akan mulai bergulir, Rabu (27/2).







Editor :


A. Tjahjo Sasongko
















00.49 | 0 komentar | Read More

Rekan Anas: Anas Urbaningrum Dikriminalisasi


JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Hanura Erik Satria Wardhana, rekan Anas Urbaningrum di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menilai bahwa Anas sedang dikriminalisasi oleh lawan politiknya. Oleh karena itu, Erik mengatakan, rekan-rekan seperjuangan Anas pun akan selalu membantu Anas secara moril.


"Ini wilayah politik, dianggap erat dengan kriminalisasi. Saya kira siapa pun bisa menghadapi peristiwa yang menimpa Anas. Politisi baik pun rentan dikriminalisasi," ujar Erik, saat dihubungi wartawan, Senin (25/2/2013).


Wakil Ketua Komisi VI DPR itu menuturkan, saat mengunjungi Anas, Erik menyampaikan dukungan morilnya. Namun, ia memastikan dirinya bersama kerabat Anas yang lain tidak ingin mencampuri urusan hukum Anas. Ia juga mengatakan bahwa saat ini Anas mulai memasuki halaman kedua. Namun, ia tidak menjelaskan secara pasti halaman kedua yang disebutnya itu.


"Ha-ha-ha itu sih susah, ya kalau kita ikut saja. Ini kan baru halaman kedua, bukunya tebal seperti Mahabrata," ucapnya.


Seperti diberitakan, Anas Urbaningrum mundur dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat tak lama setelah dirinya dinyatakan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. Di dalam sambutannya, Anas juga menyebutkan bahwa pengunduran dirinya ini bukanlah akhir segalanya.


"Hari ini saya menyatakan ini baru permulaan. Ini baru awal dari langkah-langkah besar, ini baru halaman pertama. Masih banyak halaman berikutnya yang akan kita buka dan kita baca bersama untuk kebaikan kita bersama," kata Anas, Sabtu (23/2/2013).


Hal itu dikatakan Anas menyikapi anggapan atau ramalan dari pihak-pihak yang menyebut penetapan dirinya sebagai tersangka terkait dugaan korupsi proyek Hambalang merupakan akhir dari segalanya. Anas menambahkan, dalam kondisi apapun, dirinya akan tetap berkomitmen untuk memberikan hal yang berharga bagi masa depan politik di Indonesia.


"Jadi ini bukan tutup buku. Ini pembukaan buku halaman pertama. Saya yakin halaman berikutnya akan makin bermakna bagi kepentingan kita bersama," kata Anas.












00.22 | 0 komentar | Read More

BNI Siap Jadi Pengelola Dana Penjualan Migas





BNI Siap Jadi Pengelola Dana Penjualan Migas





Penulis : Evy Rachmawati | Senin, 25 Februari 2013 | 23:01 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - BNI siap menjadi agen pengelola aset dan pembayar kontrak penjualan hasil produksi minyak dan gas bumi. Hal ini merupakan tindak lanjut penunjukan bank itu, sebagai bank nasional pertama yang menjadi pengelola dana gas dari Blok Mahakam, Kalimantan Timur.


Perjanjian penyediaan jasa penitipan dan pengelolaan aset-agen pembayar (Trustee and Paying Agent Agreement/TPAA) itu ditandatangani Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, Direktur Keuangan PT Pertamina Andri T Hidayat, Presiden Direktur Total E&P Indonesie Elisabeth Proust, dan Manager Senior Pemasaran Minyak dan Gas Bumi Inpex Corporation, Hiroshi Kato, Senin (25/2/2013), di Jakarta.


Penandatanganan perjanjian itu disaksikan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas Rudi Rubiandini.  


"Dengan penunjukan itu, pembayaran dari penjualan kontrak-kontrak gas di blok Mahakam dibayarkan ke rekening penjual di BNI dengan nilai estimasi hasil penjualan gas itu sekitar18 miliar dollar AS untuk masa 10 tahun," kata Rudi.


BNI menjadi bank pemerintah pertama memasuki bisnis jasa penyediaan jasa penitipan dan pengelolaan aset-agen pembayar (trustee and paying agent). 


Gatot menambahkan, beralihnya pelayanan trustee ke perbankan nasional, membuat target pemakaian komponen lokal dalam industri migas terwujud.


Sebagai penyedia jasa penitipan dan pengelolaan aset, BNI, dalam hal ini BNI Kantor Cabang Singapura, akan menjalankan fungsi sebagai agen pembayar yaitu menerima hasil penjualan gas dari Blok Mahakam, dan menyalurkan pembayaran ke pihak penerima manfaat (beneficiary) yang disepakati dalam perjanjian.  


Direktur Business Banking BNI Krishna Suparto menambahkan, saat ini BNI menjajaki penyediaan layanan trustee kepada beberapa perusahaan migas internasional lain yang beroperasi di Indonesia.



Powered by Telkomsel BlackBerry®



















00.02 | 0 komentar | Read More

Anak-Anak Anang Ikut Tunggui Ashanty di Rumah Sakit

Written By rajablos on Selasa, 19 Februari 2013 | 00.56


Jakarta - Sakitnya artis dan penyanyi Ashanty tentu saja membuat keluarga besarnya bersedih. Tidak terkecuali anak - anak tiri (Aurell dan Azriel) dari Ashanty. Kesedihan itu juga sangat dirasakan mereka sehingga mereka juuga harus menginap di RS menjaga bundanya yang tengah tergolek lemah. Hal itu dikatakan Anang Hermansyah saat berbicara kepada media di RS Metropolitan Medical Center di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/2) sore.

"Anak anak (Aurell dan Azriel) tentunya sedih liat bundanya sakit. Mereka juga ikut memberikan suport kepada Ashanty agar dia cepat sembuh," ungkap Anang Hermansyah.

Lebih lanjut mantan suami Krisdayanti itu mengungkapkan bahwa saking sayangnya mereka dengan Ashanty mereka rela menginap di rumah sakit menunggui Ashanty. "Semalam anak-anak menginap disini. Mereka juga menemani Ashanty mengobrol. Sekarang mereka sedang pulang, tapi nanti pasti mereka kembali lagi," ujar pria Jember Jawa Timur itu.

Ditanya tentang kondisi Ashanty, Anang mengungkapkan bahwa kondisi Ashanty saat ini dalam kondisi sadar. " Istri aku kondisinya sekarang sadar cuma kondisinya lemah, dia butuh istirahat total. Karena aktifitasnya kini sangat padat," ungkap Anang lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ashanty dilarikan Anang ke rumah sakit akibat mengalami pusing yang hebat semalam. Ternyata setelah di diagnosa, Ashanty terkena penyakit radang selaput otak dan butuh istirahat total.


00.56 | 0 komentar | Read More

Dera tak Tertangani, Tantangan KJS


JAKARTA, KOMPAS.com — Pasangan suami istri mana yang tidak bahagia dikaruniai anak. Perasaan sama dirasakan pasangan muda Lisa Darawati (20 tahun) dan Elias Setya Nugroho (20), apalagi mereka dikaruniai sepasang anak kembar perempuan.


Sayang, kebahagiaan tak lama. Kedua bayi yang lahir prematur butuh perawatan, tetapi rumah sakit yang menerima pasien dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) tak bisa melayani karena keterbatasan peralatan dan ruang rawat.


"Waktu dibilang anaknya kembar, saya langsung senang. Cuma sedih saat langsung dibilang ada kelainan karena prematur soalnya cuma tujuh bulan (dalam kandungan)," tutur Lisa saat ditemui di rumahnya di RT 014/RW 06, Jati Baru, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (18/2/2013). Anak kembar ini diberi nama Dera Nur Anggraini dan Dara Nur Anggraini.


Karena lahir prematur, kedua anak Lisa harus mendapat perawatan intensif. Keduanya harus berada di inkubator. Selain itu, kata Lisa, Dera didiagnosis mengalami gangguan pencernaan dan kelainan tenggorokan. "Kalau dimasukin susu (ASI), tidak bisa masuk," ujar dia. Kedua anak Lisa juga harus berada di inkubator.


Lisa mengakui keluarganya belum memiliki Kartu Jakarta Sehat (KJS). "Masih proses pembuatan," ujar dia. Namun, Lisa mendapatkan layanan gratis melahirkan di RS Zahira karena memiliki kartu keluarga dan KTP DKI Jakarta serta mendapatkan SKTM.


Sayangnya, RS Zahira tidak memiliki peralatan memadai untuk merawat Dera. Surat rujukan pun dikeluarkan untuk pengantar ke rumah sakit yang memiliki peralatan lebih lengkap.


Namun, surat rujukan itu pun gagal memberikan perawatan intensif untuk Dera. Elias sudah mendatangi beberapa rumah sakit besar, tetapi semuanya mengatakan tidak ada lagi tempat untuk Dera. Rumah sakit yang sempat didatangi Elias, antara lain RS Fatmawati, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, RS Harapan Kita, RS Harapan Bunda, RS Santo Carolus, RS Tria Dipa, RS Asri, RS Budi Asih, RS JMC, dan terakhir RSPP.


"Aku juga kurang tahu alasan jelasnya (Dera tidak bisa masuk ke beberapa rumah sakit itu)," ujar Lisa. Sebab, kata dia, proses mencari rumah sakit rujukan itu dilakukan suaminya. "Katanya pada bilang tempatnya penuh."


Kebahagiaan Lisa dan Elias pun luruh dengan meninggalnya Dera, Sabtu (16/2/2013). Dera meninggal di rumah sakit tempatnya lahir, RS Zahira. Sepekan dirawat di rumah sakit tersebut, kondisi Dera terus memburuk karena tidak mendapatkan perawatan dengan peralatan yang diperlukan.


Dera dimakamkan pada Minggu (17/2/2013) di permakaman tidak jauh dari rumahnya. Sementara saudara kembarnya, Dara, akhirnya dapat dirujuk ke rumah sakit lain, yaitu ke RS Tarakan, Tomang, Jakarta Barat. "Dara mulai membaik, masih di inkubator karena ada permasalahan karena kan prematur," tutur Lisa.


Keterangan RS Zahira


Sebelumnya, RS Zahira menyatakan, setelah kelahiran, Dera dirawat di Ruang Perinatal. Namun, karena kondisi Dera terus melemah, tim dokter RS Zahira menyatakan Dera harus dirawat di rumah sakit yang memiliki neonatal intensive care unit (NICU), ruang perawatan bagi bayi baru lahir yang memiliki gangguan kesehatan.


"Karena fasilitas minim, bayi dirujuk ke RS lain yang punya fasilitas lebih baik, tentu dengan RS yang melayani KJS. Sebelum dirujuk ke RS lain, bayi masih dirawat di RS Zahira supaya bayi tidak telantar," kata Direktur Utama RS Zahira, Andi Erlina, dalam konferensi pers, Senin (18/2/2013).


Erlina Lisa datang ke RS Zahira setelah mendapat rujukan dari Puskesmas Pasar Minggu 2 pada Minggu (10/2/2013). Lisa tiba di RS Zahira sekitar pukul 21.30 WIB. Lisa melahirkan kedua anak kembarnya melalui operasi caesar dengan pertimbangan kondisi mata Lisa yang minus delapan dan usia kandungan belum mencapai sembilan bulan.


"Bayi pertama (Dera) lahir pada pukul 23.40 WIB dengan berat 1.000 gram dan panjang 36 cm. Bayi kedua (Dara) lahir pukul 23.42 WIB dengan berat 1.400 gram dan panjang 39 cm," urai Erlina. Terkait kondisi Dera, ujar dia, RS Zahira menghubungi lima rumah sakit. Namun, kelima rumah sakit itu tidak bisa menampung dengan alasan penuhnya kamar perawatan. Erlina menolak menyebutkan lima rumah sakit tersebut.


Dera akhirnya meninggal, Sabtu (16/2/2013), sekitar pukul 18.30. Pasca-meninggalnya Dera, RS Zahira akhirnya melakukan koordinasi dengan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan untuk bisa merujuk saudara kembar Dera, yaitu Dara, ke rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap. Minggu (17/2/2013), Dara dibawa ke RS Tarakan, Tomang, Jakarta Barat.


Tantangan KJS


Tak kurang dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama langsung turun tangan atas meninggalnya Dera. Jokowi, panggilan Joko Widodo, tidak membantah tak tertanganinya Dera adalah akibat penuhnya ruang rawat inap rumah sakit yang menerima pasien dengan SKTM.


"Sebetulnya memang ada lonjakan pasien yang luar biasa besarnya. Hampir 70 persen lonjakannya dibanding sebelumnya. Itu di lapangan yang kami lihat seperti itu," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (18/2/2013). Dia pun mengatakan, ruang ICU untuk bayi berbeda dengan ruang untuk pasien dewasa. Selain jumlahnya minim, di saat bersamaan, juga terjadi peningkatan jumlah pasien.


"Tadi malam langsung saya cek persoalannya kenapa sampai enggak diterima. Karena kondisi bayi itu ada masalah di sini (tenggorokan), ICU-nya juga penuh. Ini kondisi riil yang perlu kami sampaikan. Sistem KJS berjalan, tetapi kondisi rumah sakit yang belum memungkinkan," ujar Jokowi. Sebagaimana diberitakan, lonjakan pasien kelas III rumah sakit di Jakarta terjadi setelah KJS diluncurkan pada 10 November 2012.


Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan bahwa RS Zahira, tempat Dera lahir, tak memiliki NICU atau fasilitas intensif untuk bayi prematur atau untuk bayi yang memerlukan penangan khusus. Itulah mengapa akhirnya bayi tersebut mencari rujukan ke rumah sakit lain untuk segera mendapat pertolongan.


Sementara Ahok, panggilan Basuki, pun tak menampik bahwa kasus Dera disebabkan keterbatasan kapasitas ruang inap kelas III rumah sakit di Jakarta. "Makanya, saya sudah bilang kepada Kepala Dinas Kesehatan DKI untuk siapa pun mereka yang membangun RS, kami akan berikan kebebasan asal mereka bisa kasih kita 60 sampai 75 persen untuk ruang rawat inap kelas III," ujar dia, di Balaikota Jakarta, Senin (18/2/2013).


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tambah Ahok, bersedia memberikan hibah peralatan kesehatan bagi rumah sakit yang mau menyediakan minimal 60 persen ruang rawat inap kelas III.  "Walaupun undang-undang mengatur 25 persen untuk kelas III, tapi kami maunya 75 persen di kelas III," ujar dia. Basuki menyatakan, tingkat kemiskinan di Jakarta masih tinggi sehingga menuntut diperbanyaknya ruang rawat kelas III yang terjangkau biayanya.







Editor :


Palupi Annisa Auliani









00.54 | 0 komentar | Read More

Vettel Takkan Pergi dari Red Bull



Formula 1


Vettel Takkan Pergi dari Red Bull





Senin, 18 Februari 2013 | 22:35 WIB













KOMPAS.com - Niki Lauda mengatakan, Sebastian Vettel bakal lebih lama membela Red Bull Racing. Menurutnya, juara dunia tiga kali Formula 1 tersebut sudah sepakat untuk menandatangani kontrak panjang bersama tim biru tua tersebut, meskipun selama ini diketahui Vettel terikat kontrak bersama Red Bull hingga akhir 2014.

"Saya tahu kontrak Sebastian dengan Red Bull dan kontrak itu panjang," ujar Lauda, mantan juara dunia tiga kali F1, kepada televisi Italia, Griglia di Partenza, Senin (18/2/2013).

"Itulah mengapa kami tidak berusaha menggaetnya untuk bergabung dengan Mercedes," tambah pria Austria itu, yang kini masuk jajaran manajemen Mercedes F1.

Pada saat bersamaan, pemilik Red Bull Dietrich Mateschitz mengatakan kepada harian olahraga Italia, La Gazzetta dello Sport, bahwa Vettel berkomitmen sampai akhir musim 2014.

"Hal lain tak pernah dalam pertanyaan," ujar sang konglomerat itu.

Namun, bagaimana dengan 2015 dan seterusnya? Apakah Red Bull mempertimbangkan untuk menggaet Fernando Alonso, atau mungkinkan Vettel pindah ke Ferrari?

"Jika dia (Alonso) masih membalap, mengapa tidak?" ujar Mateschitz.






Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo
















00.49 | 0 komentar | Read More

Kastaf Kostrad Minta Prajurit Selalu Siaga




Militer


Kastaf Kostrad Minta Prajurit Selalu Siaga





Penulis : Ratih Prahesti Sudarsono | Senin, 18 Februari 2013 | 23:41 WIB














JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI Harry Purdianto mengingatan setiap prajuritnya harus melaksanakan atensi dan perintah Panglima TNI dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab.


Pengingatan itu setelah Harry membacakan amanah Panglima TNI dalam upacara 17 Agustus di Lapangan Markas Kostrad di Jakarta Pusat, Senin (18/2/2013).


Dalam siaran pers Penerangan Kostrad, dipaparkan, Panglima TNI Jenderal Agus Suhartono dalam amanahnya itu, mengungkapkan bahwa beberapa negara maju telah mengarahkan perhatian secara khusus kepada tren baru ancaman, yang populer disebut sebagai Perang Hibrida atau Hybrid War.


Panglima TNI mengingatkan, untuk menghadapi kemungkinan ancamana Perang Hibrida tersebut, TNI harus mampu merespon dan segera beradaptasi dengan situasi yang berkembang agar dapat mengantisipasi serta mengatasinya secara cepat dan tepat.


Panglima TNI berharap agar seluruh jajaran TNI tetap menjaga kesiapsiagaan dengan senantiasa meningkatkan kemampuan, baik aspek kemampuan analisis, maupun aspek kapasitas serta kapabilitas personel dan satuan, dihadapkan kepada perkembangan fenomena yang terjadi.







Editor :


Tjahja Gunawan Diredja















00.22 | 0 komentar | Read More

DPR Tunda Pembahasan Pekerja Alih Daya di BUMN




Ketenagakerjaan


DPR Tunda Pembahasan Pekerja Alih Daya di BUMN





Penulis : Hamzirwan | Senin, 18 Februari 2013 | 21:16 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com- Pembahasan nasib pekerja alih daya BUMN di Komisi IX DPR, Senin (18/2/2013), ditunda. DPR meminta komitmen Kementerian BUMN hadir untuk membahas nasib buruh yang menjadi pekerja alih daya di lingkungan BUMN.


Wakil Ketua Komisi IX dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Irgan Chairul Mahfidz menunda rapat membahas nasib pekerja alih daya di Pertamina, PLN, Dirgantara Indonesia, dan Damri karena tidak ada pejabat Kementerian BUMN yang hadir.


Sebelumnya Komisi IX yang membidangi antara lain masalah ketenagakerjaan menjadwalkan rapat kerja dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dan Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk membahas masalah alih daya.


Rencananya seusai memberi pengantar, kedua menteri meninggalkan ruangan dan Anggota Komisi IX melanjutkan rapat dengar pendapat dengan pejabat eselon I dan direksi BUMN yang diundang.


Sejak rapat dibuka pukul 10.15, baru pejabat eselon I Kemenakertrans yang dipimpin Sekretaris Jenderal Muchtar Lutfie, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, Dirut PLN Nur Pamudji, Dirut Dirgantara Indonesia Budi Santoso, dan Dirut Damri yang hadir.


Ketua Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Ribka Tjiptaning menilai sikap Menteri BUMN merupakan bentuk pelecehan terhadap DPR.


Wakil Ketua Komisi IX dari Fraksi Partai Gerindra Soepriyatno juga mengecam.






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja
















00.02 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger