Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Bioskop di Mal Ubah Kebiasaan Menonton Masyarakat Indonesia

Written By rajablos on Selasa, 19 November 2013 | 00.56


Jakarta - Bioskop di Indonesia sebagian besar berlokasi di mal, dan sangat jarang ditemukan bioskop yang ada di satu bangunan tersendiri. Akibatnya, menurut sutradara Riri Riza, menonton film di bioskop hanya menjadi konsumsi kelas menengah semata.


"Dulu waktu saya kecil, di pojok-pojok wilayah seperti Tebet itu ada beberapa bioskop kecil yang bisa diakses dengan harga terjangkau. Beda dengan sekarang yang sudah seperti bagian properti karena dibangun di mal," tutur sutradara kelahiran Makassar 2 Oktober 1970 di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (18/11).


Berdasarkan data yang ia punya, di Indonesia hanya ada 1.000 layar bioskop untuk sekitar 250 juta penduduk, rasionya 1:250.000. Sangat jauh dibandingkan dengan Thailand yang punya 1.500 layar untuk 15 juta penduduk (1:10.000).


Di negara lain seperti Singapura, bioskop-bioskop berdiri pada satu bangunan tersendiri, tidak menyatu dengan mall. Ia juga bercerita bahwa di Thailand, Malaysia, dan Singapura para supir taksi pun kerap menonton film di bioskop.


Riri menyebut saat ini perkembangan kapital bisnis sudah sangat pesat. Sehingga film selalu dianggap tujuannya hanya hiburan, tidak dilihat sebagai yang lainnya seperti aspek budaya.


"Tambah lagi ada tayangan film di TV, itu membuat orang jadi merasa cukup untuk menunggu tayang di TV saja. Belum lagi adanya sinetron," imbuh sutradara film Sokola Rimba ini.


Saat ini, Riri melihat tidak ada pengusaha yang berani terjun ke pasar layar bioskop. Belum ada yang berani menantang duopoli 21 Cineplex dan Blitz Megaplex. Bahkan Blitz sendiri masih tertinggal jauh dengan perbandingan layar 100:1000.


Kalaupun ada investor yang berani, selalu saja orientasinya adalah Jakarta dan sekitarnya. Padahal menurut Riri, kota-kota lain juga bisa jadi pasar yang bagus jika harga tiketnya terjangkau.


"Misal saja harga tiketnya Rp 20.000. Pasti banyak yang akan nonton. Atau bisa juga kerja sama dengan PD Pasar Jaya atau gelanggang olahraga untuk kemungkinan memasang layar bioskop," kata Riri.


00.56 | 0 komentar | Read More

Film NOAH "Awal Semula" Akan Tayang di Hongkong

Written By rajablos on Selasa, 12 November 2013 | 00.56


Jakarta - Film NOAH "Awal Semula" yang disutradarai Putrama Tuta, mulai tayang perdana di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (11/11) malam. Sementara penayangan serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 14 November 2013.


Film hasil kerjasama 700 pictures, Berlian Entertainment, dan Musica Studio's ini mengangkat kisah kebangkitan NOAH sebagai band dari keterpurukan.


Pasca ditahannya Ariel terkait kasus video asusila, grup yang digawangi oleh Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David ini memang harus memulai kariernya kembali dari nol.


Namun, berkat kerja keras dan kecintaan mereka terhadap musik, serta dedikasi mereka kepada para penggemar yang tidak pernah berhenti, NOAH akhirnya bangkit dan meraih kembali kesuksesannya.


Dalam film ini, penonton juga bisa melihat kisah di balik keputusan bubarnya Peterpan dan kemudian mengganti nama band menjadi NOAH. Tidak hanya itu, film ini juga mengisahkan alasan keluar dua personilnya yaitu Andika dan Indra.


"Film ini tentang musik dalam bentuk dan warna yang berbeda, di mana semua orang punya kesempatan yang sama untuk bisa lebih baik dari sebelumnya. Semoga saja bisa menginspirasi banyak orang," kata Putrama Tuta di acara premier film NOAH "Awal Semula" di Jakarta, Senin (11/11) malam.


Sementara itu Ariel, vokalis NOAH, mengaku deg-degan di acara pemutaran perdana film terbarunya tersebut. "Ini pengalaman pertama NOAH main film. Kita sudah berusaha maksimal, jadi apapun hasilnya kita lihat saja nanti. Mudah-mudahan masyarakat bisa menerima karya ini dengan positif," ujar Ariel.


Selain diputar di Indonesia, film ini rencananya juga akan diputar di Hongkong. "Saat NOAH menggelar konser di 5 negara 2 benua, Hongkong adalah salah satunya. Sehingga kami berencana membawa film NOAH ini ke Hongkong pada Desember mendatang," kata Indrawati Widjaja, Direktur Musica Studio yang menanungi NOAH.


Bila menuai sukses, film ini pun rencananya akan diputar di negara lain tempat NOAH menggelar konser, yakni Australia, Malaysia, dan Singapura. "Satu-satu dulu, kita lihat nanti bagaimana respon di Hongkong," tegasnya.


00.56 | 0 komentar | Read More

4 Kategori di AFI 2013 Tidak Ada Pemenangnya

Written By rajablos on Selasa, 05 November 2013 | 00.56


Jakarta - Ada yang berbeda di malam penghargaan Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2013 yang digelar di Plaza Selatan, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Senin (4/11) malam.


Berbeda dengan ajang penghargaan film yang pernah ada, di mana semua kategori mendapatkan penghargaan, AFI 2013 yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia(Kemendikbud) ini terpaksa tidak memberikan penghargaan kepada empat kategori yang ada lantaran kualitas film yang ikut kompetisi belum memenuhi standar kualitas yang sudah ditetapkan.


Keempat kategori tersebut adalah Film Animasi, Film Anak, Film Independen Pelajar, dan Film Independen Mahasiswa.


"Dewan juri menganggap ajang penghargaan ini sangat penting, sehingga ada standar kualitas yang ingin dicapai. Kalau standarnya tidak sampai, kenapa harus ada calon penerima dan pemenangnya? Ini kan bukan beauty contest, tidak bisa asal memberi penghargaan kalau memang belum layak," kata Ketua Tim Ahli AFI 2013, Ichwan Persada kepada Beritasatu.com di Jakarta, Senin (4/11) malam.


Untuk kategori Film Anak, dewan juri yang diketuai Totot Indarto, dengan anggota : Mathias Muchus, Erwin Arnada, Nirwan Dewanto, Jajang C Noer, Dana Riza, Linda Christanty, Hafiz Rancajale, dan Wahyu Aditya menganggap bahwa sesungguhnya film anak-anak adalah film dengan logika dan sudut pandang anak-anak.


Bagi mereka, film-film yang dinilai dalam kategori ini tidak termasuk ke dalam pengertian tersebut. Film-film yang ada hanyalah film dengan tokoh anak-anak yamg sekedar menjadi obyek, sehingga dewan juri tidak menetapkan calon maupun penerima penghargaan.


Di kategori Film Animasi, dewan juri sebetulnya telah menetapkan calon penerima penghargaan yakni Kolam Warna (Dharmika Adyaksa Putra) dan Leyek & Lost Lollipop (Dharmika Adyaksa Putra). Namun, kedua karya terunggul tersebut baru menjanjikan potensi cerita, dan belum bercerita. Keduanya juga belum berhasil menjadi karya animasi yang mampu memancing imajinasi penonton untuk membayangkan hal-hal yang belum terjadi. Itulah sebabnya dewan juri tidak memilih penerima penghargaan.


Untuk kategori Film Independen Pelajar dan Mahasiswa, diakui Ichwan kalau materi film yang masuk untuk dinilai memang tidak terlalu banyak dan belum memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.


"Untuk kategori ini, kita sebetulnya terbentur pada durasi minimal 15 menit. Sebagian materi yang masuk di bawah durasi itu dan memang tidak banyak. Kita juga inginnya ada standar kualitas tertentu yang bisa dicapai para pelajar dan mahasiswa," terang dia.


Namun Ichwan menambahkan kalau dewan juri juga memberikan penghargaan khusus kepada film "Langka Receh" karya seorang siswa SMP di Purbalingga bernama Eka Susilawati. Eka mampu menangkap fenomena kecil sehari-hari dan menyajikannya dalam konteks sosial yang tepat. "Menurut dewan juri, film ini memang layak mendapatkan penghargaan khusus," pungkasnya.


00.56 | 0 komentar | Read More

Soal Labrak Istri Adiguna Sutowo, Piyu Bantah "F" Istrinya

Written By rajablos on Selasa, 29 Oktober 2013 | 00.56


Jakarta - Gitaris group band Padi, Satriyo Yudi Wahono atau yang akrab dipanggil Piyu akhirnya membantah isu yang menyebutkan istrinya Anastasia Florina Limasnax atau Florence adalah wanita berinisial F yang menabrak mobil mewah yang terparkir di kediaman istri kedua pengusaha Adiguna Sutowo, Vika Dewayani, Perumahan Pulomas Barat VII, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur Blok D2 No 2.


"Waktu dengar kabar itu saya kaget, tiba-tiba ada nama istri saya di berita. Saya seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa," ungkap Piyu saat menggelar jumpa pers di Thamrin City, Senin (28/10).


Lebih lanjut diungkapkan Piyu, inisial F yang disangkakan menabrak rumah Adiguna Sutowo itu bukan istrinya, melainkan orang lain.


"F itu bisa siapa saja. Saya bilang bisa saja ada suatu persekongkolan yang bikin nama saya dan nama istri saya jadi jelek," lanjut gitaris Padi itu.


Piyu berharap dengan bantahan ini nama baik istri dan keluarganya bisa kembali pulih.


"Saya meminta agar stop pemberitaan yang tidak benar. Biarlah itu urusan rumah tangga bapak Adiguna, bukan saya dan keluarga," tutur pria kelahiran Surabaya, 15 Juli 1973 itu.


Seperti ramai diberitakan, pada Sabtu (26/10) dini hari, kediaman Adiguna di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, ditabrak oleh mobil Mercy B 712 NDR. Pelaku tiba-tiba memundurkan mobil dan menabrak Toyota Alphard yang diparkir di halaman rumah Aduguna. Si penabrak adalah wanita cantik berinisial F yang belakangan diketahui bernama Florence.


Selain menabrak, pelaku juga mengamuk dengan membanting TV 21 inci yang ada di situ. Tidak sampai di situ, F juga mengambil payung dari mobil yang digunakan untuk memukul mobil Lexus nomor B 171 AV. Pelaku juga berteriak sambil memanggil nama Vika.


Akibat kemiripan namanya, istri gitaris Padi itu sempat diisukan menjadi pelaku pengerusakan rumah pengusaha kaya raya itu.


Pengacara Vika, Syarifuddin Noor, sebelumya menyatakan, saat kejadian kliennya sedang berada di luar kota, Bali. Vika baru tiba sore hari dan langsung melapor ke polisi.


Vika adalah istri kedua pengusaha Adiguna. Menurutnya, usia pernikahan mereka sudah 27 tahun dan tidak ada permasalahan.


00.56 | 0 komentar | Read More

Giliran Ketua RT Bantah Pengakuan Pengusaha Adiguna Sutowo




Adiguna Sutowo bersama Piyu, menggelar jumpa pers untuk klarifikasi kasus perusakan rumah Adiguna Sutowo, di De Hub Cafe, Thamrin City, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2013), Dalam pemberitaan, kasus tersebut membawa-bawa nama isteri Piyu, dalam kesempatan itu keduanya menyatakan itu tidak benar. | Warta Kota/Nur Ichsan









JAKARTA, KOMPAS.com — Pengakuan pengusaha Adiguna Sutowo yang menuturkan bahwa dirinyalah pelaku perusakan pagar rumah dan tiga mobil yang diparkir di rumah istri keduanya, Vika Dewayani, di Jalan Pulomas Barat VII Blok D2, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, kembali dibantah saksi mata.

Nino Tumbolo, Ketua RT 3/10, lingkungan tempat tinggal Adiguna, menyanggah pengakuan mertua aktris Dian Sastrowardoyo itu. "Ah, tidak ada Adiguna di mobil yang dipakai menabrak. Yang ada cuma sopir yang namanya Daryono dan wanita itu," kata Nino saat dihubungi wartawan, Senin (28/10/2013).


Nino yakin keterangan Adiguna hanya untuk mengaburkan fakta. Jelas Adiguna coba menghapus fakta ada seorang wanita yang diduga bernama Florence dalam kasus ini.


"Saya rasa pengakuan Pak Adiguna hanya untuk menutupi siapa wanita itu. Saya yakin polisi juga tidak bodohlah. Mereka pasti bisa ungkap," kata Nino.


Sebelumnya, dalam jumpa pers dengan Piyu PADI, Adiguna mengaku bahwa pelaku penabrakan itu adalah dirinya. Ia juga menampik keterlibatan Florence, istri Piyu, yang disebut-sebut sebagai pelaku perusakan itu. "Yang nubruk ya saya, itu rumah saya, kalau you punya pacar, you samperin ke rumahnya, terus pacar you jalan sama orang lain, you marah enggak?" katanya dalam konferensi pers di Thamrin City, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2013).





Editor : Eko Hendrawan Sofyan


















00.54 | 0 komentar | Read More

Yogya Kesulitan Dana untuk Pembinaan Atlet






YOGYAKARTA, Kompas.com — Yogyakarta merupakan salah satu daerah pencetak bibit pebulu tangkis andal Indonesia. Namun, kemampuan atlet-atlet asal daerah yang mempunyai potensi dalam bulu tangkis tersebut belum mampu dibina lebih jauh lagi oleh pemerintah setempat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Vierman Surya yang merupakan sekretaris panitia Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Yogyakarta sekaligus salah satu Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) DI Yogyakarta.

“Dari dulu Yogyakarta banyak menciptakan bibit pebulu tangkis muda yang andal. Namun sayangnya, hingga saat ini kami akui bahwa Yogakarta belum siap untuk menjaga bibit-bibit muda tersebut dari Yogyakarta ini. Mengingat banyak faktor yang menyebabkan mereka tidak bisa dibina lebih lama lagi di daerah asalnya sendiri. Terutama dari segi finansial yang kami rasa belum mampu menjamin mereka hingga bisa benar-benar matang di dunia bulu tangkis. Semoga ke depannya perbulutangkisan di Yogyakarta bisa lebih maju lagi,” ungkap Vierman.

Hal tersebut memang benar adanya. Salah satu atlet asal Yogyakarta ialah peraih gelar Indonesia Open GP Gold 2011 Dionysius Hayom Rumbaka. Pemain tunggal putra yang sekarang menjadi penghuni Pelatnas Cipayung ini merupakan atlet Yogyakarta  yang dulu berlatih di Klub Bulu Tangkis Pancing Sembada Sleman, Yogyakarta, sebelum akhirnya ditarik oleh PB Djarum.

Selain Hayom, masih banyak lagi atlet asal daerah yang saat ini menjadi tuan rumah Djarum Sirnas seri kesembilan. Seperti pemain ganda putri pelatnas Rosyta Eka Putri. Bahkan, pemain legendaris Tri Khusharyanto pun merupakan atlet kelahiran Yogyakarta, dan masih banyak yang lainnya.

Sementara itu, memasuki hari pertama Djarum Sirnas Yogyakarta, tengah berlangsung babak kualifikasi yang bertempat di GOR Amongraga. Sebanyak 262 pertandingan kualifikasi di beberapa kelompok usia tengah berlangsung sejak pagi tadi hingga malam nanti.

Besok, masih berlangsung babak kualifikasi yang dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.30 WIB, yang akan dilanjutkan dengan babak utama hingga pukul 21.30 WIB.

Pada babak pertama nomor dewasa, beberapa unggulan teratas tidak bermain dan langsung lolos ke babak kedua karena mendapatkan bye.

Di nomor tunggal putri, kedua finalis Djarum Sirnas Jateng lalu yakni sang juara Ana Rovita dan runner up Febby Angguni yang keduanya merupakan atlet asal PB Djarum memutuskan absen di Djarum Sirnas Yogyakarta ini sehingga unggulan pun diisi oleh Ganis Nurrahmandani (Pertamina) dan Tike Arieda Ningrum Jaya Raya Suryanaga. (*/)




Editor : Tjahjo Sasongko















00.50 | 0 komentar | Read More

Ingin Mirip Bieber, Fans Ini Keluarkan Dana Rp 1,097 M

Written By rajablos on Selasa, 22 Oktober 2013 | 00.56


Los Angeles - Aneka hal dilakukan seorang penggemar agar tampil seperti idolanya, termasuk tentunya Toby Sheldon. Pria asal Los Angeles, Amerika Serikat ini amat mengidamkan terlihat seperti Justin Bieber, penyanyi idolanya.


Agar memiliki paras seperti Bieber, Sheldon menjalani aneka prosedur kosmetik selama lima tahun terakhir.


Tak tanggung-tanggung, Sheldon bahkan mengeluarkan dana £ 60.000 untuk biaya operasi plastik sehingga ia terlihat seperti Bieber di usianya yang sudah menginjak 33 tahun.


Sheldon sudah menjalani aneka injeksi Botox, transplantasi rambut bahkan operasi senyum, agar senyumannya terlihat mirip seperti Bieber.


Prosedur terakhir yang harus dilakukan Sheldon bahkan membuatnya harus mengeluarkan dana $ 30.000. Prosedur tersebut melibatkan dokter bedah plastik agar memanipulasi mulutnya sehingga terlihat mirip dengan Bieber saat ia tersenyum.


"Ini adalah senyum Justin yang membuatnya terlihat begitu muda. Operasi senyum itu butuh lebih dari sebulan untuk kembali pulih. Dan setelah menjalani operasi kelopak mata, saya tak bisa membuka mata selama sepekan," ungkap Sheldon.


Kendati harus mengeluarkan banyak biaya dan menderita karena aneka prosedur yang harus dijalaninya, Sheldon mengaku amat puas.


"Teman-teman banyak yang memujiku. Mereka bahkan kini memanggilku Toby Bieber," pungkas Sheldon.


00.56 | 0 komentar | Read More

Mimpi Basuki, Jakarta Jadi Kota \"E-Government\"






JAKARTA, KOMPAS.com — Munculnya kembali anggaran "siluman" dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013 membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memikirkan langkah strategis selanjutnya untuk mengantisipasi hal itu terjadi kembali.


Salah satunya dengan menerapkan e-budgeting. Ia menginginkan, Jakarta dapat menjadi kota e-government. "Minimal tahun 2014, DKI sudah bisa pakai e-budgeting di APBD 2014. Jadi, nanti semuanya e-government," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (21/10/2013).


Sistem penyusunan anggaran secara elektronik itu sebelumnya telah diterapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Pemkot Surabaya yang dipimpin oleh Tri Rismaharini (Risma) menggunakan sistem e-budgeting untuk menghindari penyelewengan anggaran.


Nantinya, anggaran itu tidak bisa diubah oleh siapa pun. Sebab, password hanya akan diketahui oleh Gubernur DKI Jakarta ataupun otoritas tertentu, seperti Inspektorat DKI. Basuki juga meyakini melalui e-budgeting, tidak semua anggota Dewan akan setuju dengan penerapan kebijakan tersebut.


Pasalnya, saat sistem tersebut dilaksanakan di Surabaya, Risma pun harus berseteru dengan DPRD setempat. Jika tidak setuju dengan e-budgeting, maka Basuki dapat memastikan bahwa merekalah yang merupakan "pemain" anggaran.


Sistem e-budgeting itu akan diaplikasikan secara komputerisasi. Beberapa unit program kerja "siluman" terbanyak berada di Dinas PU DKI. Untuk biaya perbaikan jalan saja, Dinas PU DKI dapat menghabiskan anggaran Rp 200 juta.


Hingga saat ini, kata dia, rencana kebijakan e-budgeting belum dibahas oleh pihak DPRD DKI. Selain e-budgeting, pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan pengadaan barang satu pintu dengan e-catalog juga belum ditindaklanjuti oleh DPRD DKI melalui peraturan daerah (perda).


"Kita mau bilang apa kalau DPRD enggak mau? Kita juga enggak bisa menekan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) supaya mau ikuti kita," kata Basuki.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















00.54 | 0 komentar | Read More

Turnamen Tenis Berhadiah Tur ke Australia dan Filipina





JAKARTA, Kompas.com - Turnamen tenis bertajuk Harum Energy National Junior Master 2013, yang digelar pada 23-27 Oktober 2013 di lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta akan menjadi ajang tampil para petenis junior.

Untuk kedua kalinya PT Harum Energy, Tbk menggelar turnamen tenis di Tanah Air bekerja sama dengan Sportama. Kiprah perusahaan yang bergerak di bidang tambang batubara di olahraga tenis Indonesia diwujudkan dengan mendukung ajang tenis bertajuk Harum Energy National Junior Master 2013, yang digelar pada 23-27 Oktober 2013 di lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta.

"Kami ingin mengubah paradigma tenis Indonesia melalui turnamen ini sekaligus kegiatan pendukungnya, agar menjadi lebih baik dan berprestasi," ujar Paul Sindhunata dari Sportama, Senin (21/10).

Perhelatan yang dipimpin Direktur Turnamen, Rani Yunizar akan memainkan Kelompok Umur (KU) 12, 14, dan 16 tahun putra/putri. Adapun para peserta diambil 10 pemain berdasar pada KU dari hasil Sportama Junior Series 2013 yang berlangsung Januari hingga September 2013 di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Temanggung. Mereka terpilih berdasarkan poin Sportama yang diperoleh melalui turnamen tersebut.

Ajang tenis Harum Energy National Junior Master 2013 tidak menyediakan hadiah uang untuk para petenis junior. Para juara akan mendapat trofi dan sertifikat. Selain itu, untuk juara KU 12 dan 14 akan mengikuti Turnamen Junior di Australia, sedangkan untuk juara KU 16 diberi kesempatan mengikuti Turnamen ITF Junior di Filipina. Para petenis junior di turnamen Harum Energy National Junior Master 2013 diharapkan bisa menunjukkan kualitas permainan terbaik seperti ditunjukkan saat berlaga di Sportama Junior Series 2013.

"Kami sangat senang bisa berkontribusi pada acara ini. Semoga akan banyak petenis terbaik di ajang tenis nasional hingga mancanegara," ujar Veronica Jordan dari Harum Energy.

Selain itu, turnamen Harum Energy National Junior Master 2013 diharapkan bisa membawa angin segar bagi perkembangan dunia tenis nasional, khususnya untuk para petenis junior. Lahirnya bibit-bibit baru menjadi harapan Indonesia saat ini. Semoga ajang bergengsi seperti ini dapat rutin dilaksanakan sehingga pemain mendapatkan wadah untuk mengasah kemampuannya ke level yang lebih tinggi.
 
Semua peserta Harum Energy Junior Master 2013 beserta orang tua akan diberikan “Workshop” oleh Scott A Del Mastro dari Club Med Academies (CMA) America secara gratis, dan dilaksanakan pada 21 – 22 Oktober 2013. Selain itu, turnamen ini akan dibarengi dengan Harum Energy Men’s Doubles Invitational Tournament dengan total hadiah Rp. 100 juta. Untuk juara akan mendapat hadiah sebesar Rp 50 juta.
 
Turnamen ini dimeriahkan oleh Black Is Beautiful, PT Arya Group (ERHA Apothecary) dan Bank BNI selaku sponsor pendukung. Kemudian Kentucky Fried Chicken (KFC) sebagai makanan resmi dan Hotel Sultan Jakarta menjadi akomodasi resmi turnamen. Adapun Technifiber sebagai bola resmi turnamen. (*/)
 




Editor : Tjahjo Sasongko















00.49 | 0 komentar | Read More

Terima Suap Rp 1,6 Miliar, 2 Mantan Pegawai Pajak Ditangkap






JAKARTA, KOMPAS.com
 — Direktorat Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membekuk dua mantan pegawai pajak terkait kasus dugaan penerimaan suap sebesar Rp 1,6 miliar. Suap tersebut diberikan untuk penanganan kepengurusan restitusi pajak senilai Rp 21 miliar.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie mengatakan, kedua mantan pegawai pajak itu berinisial D dan T. Keduanya ditangkap oleh tim Dittipideksus Bareskrim Polri, Senin (21/10/2013) pagi.

"Hari ini, Dittipideksus Bareskrim Polri menangkap dua orang mantan pegawai pajak terkait perkara korupsi memberi dan menerima suap dan pencucian uang," kata Ronny melalui pesan singkat yang diterima wartawan.

Selain menangkap kedua orang tersebut, Dittipideksus Bareskrim Polri juga menangkap seorang komisaris PT Surabaya Agung Industri and Paper, Berty. Berty diduga menjadi pihak yang memberikan suap kepada kedua mantan pegawai pajak tersebut. Ronny mengatakan, penangkapan terhadap ketiga orang tersangka kasus dugaan suap senilai Rp 1,6 miliar itu merupakan pengembangan atas laporan mencurigakan yang diberikan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan serta laporan dari Inspektorat Bagian Investigasi Ditjen Kemenkeu.

Akibat perbuatan ketiga tersangka, mereka diancam akan dijerat dengan Pasal 5, 11, dan 12 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) serta Pasal 3 dan 6 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). "Saat ini ketiga tersangka telah menjalani proses penyelidikan dan dilakukan penahanan oleh penyidik," ujarnya.




Editor : Hindra Liauw
















00.22 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger