Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Aktor Peter O'Toole Meninggal Dunia pada Usia 81 Tahun

Written By rajablos on Selasa, 17 Desember 2013 | 00.56


London - Aktor asal Irlandia, Peter O'Toole, peraih Piala Oscar dalam perannya di film Lawrence of Arabia, meninggal dunia pada usia 81 di London, Inggris. Informasi meninggalnya O'Toole disampaikan agennya, Steve Kenis, Minggu (14/12).


Pria kelahiran Irlandia dengan nama lengkap Peter Seamus Lorcan O'Tole ini dikabarkan sudah menderita kanker di perut sejak 1970 lampau. Ia meninggal dunia, Sabtu (13/12) waktu setempat di rumah sakit Wellington di London. Ia sudah lama dirawat di rumah sakit itu.


Tahun lalu, O'Toole mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia film. Tampaknya ia sudah merasakan tubuhnya makin lemah. "Ini perpisahan saya, terima kasih atas sambutannya selama ini," ujarnya.


O'Toole lahir pada tahun 1932. Ia adalah anak Jane Constance Eliot, seorang perawat Skotlandia dan Patrick Joseph O'Toole, warga negara Irlandia logam yang juga pemain sepak bola.


Pada awal kariernya, O'Toole menjadi simbol dari generasi baru Hellraiser Hollywood, pemuda yang senang minum minuman keras.


Ia meninggalkan dua putri, Pat dan Kate O'Toole, dari pernikahannya dengan aktris Siân Phillips , dan putranya Lorcan O'Toole dari hubungannya dengan Karen Brown.


Putri O'Toole, aktris Kate O'Toole mengatakan, pihak keluarga sangat menghargai dan benar-benar kewalahan oleh curahan cinta sejati dan kasih sayang yang diungkapkan ke pihak keluarga atas kepergian Peter O'Toole.


"Terima kasih untuk semuanya, dari lubuk hati kami yang paling dalam," ujarnya.


Presiden Irlandia Michael D Higgins memberi pernyataan khusus untuk meninggalnya O'Toole. Menurut dia, dunia telah kehilangan salah satu raksasa film dan teater .


"Dalam daftar panjang peran utama di panggung dan dalam film, Peter membawa standar yang luar biasa untuk menjadi seorang aktor. Dia memiliki minat yang mendalam dalam sastra terutama soneta cinta Shakespeare," ujar Higgins.


"Ia dinominasikan sebagai Aktor Terbaik untuk Oscar delapan kali, dan menerima Oscar khusus dari rekan-rekannya untuk kontribusinya film, ia sangat berkomitmen untuk dunia panggung," tambahnya.


00.56 | 0 komentar | Read More

Ajang Penghargaan Seniman Teater Kembali Digelar

Written By rajablos on Selasa, 10 Desember 2013 | 00.56


Yogyakarta - Sebagaimana tradisi yang telah berlangsung sejak pertama kali berdiri di tahun 2004, Federasi Teater Indonesia (FTI) akan kembali menyelenggarakan acara utama jelang akhir tahun, Malam Anugerah FTI Award. Pada tahun 2013 ini, Malam Anugerah FTI Award akan berlangsung untuk kedelapan kalinya.


Lima orang dewan juri, telah memilih "Tokoh Teater Tahun Ini" yang merupakan penghargaan tertinggi dalam dunia teater di tanah air dan telah diberikan kepada WS Rendra (2006), Putu Wijaya (2007), Nano Riantiarno (2008), Slamet Raharjo Djarot (2009), Wisran Hadi (2010), Saini KM (2011), dan Rahman Arge (2012). Tahun ini, penghargaan akan dipersembahkan kepada tokoh teater senior dari Yogyakarta, Prof. Dr. Bakdi Soemanto.


Dosen UGM yang juga penulis ini lahir di Solo, Jawa Tengah, 29 Oktober 1941. Bernama asli Soebakdi. Ayahnya RM Soemanto wafat, ketika ia berusia 13 tahun. Setelah menamatkan pendidikan SMA bagian A (Sastra), ia melanjutkan pendidikannya di jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra UGM (lulus tahun 1977).


Setelah itu mengikuti ‘American Studies Program’ di Universitas Indonesia (1982), menyelesaikan program pascasarjana di Universitas Gadjah Mada/UGM( 1985), meraih gelar Doktor dalam Ilmu Sastra dari UGM (2002) dengan disertasi berupa penelitian terhadap drama karya Samuel Becket, ‘Waiting for Godot’.


Sejak dua tahun lalu, FTI juga memberikan penghargaan “Maecenas FTI” kepada tokoh yang telah memberi kontribusi dan dedikasi yang intens dan signifikan pada seni pertunjukan dan kesenian pada umumnya. Penghargaan ini telah diberikan kepada Jakob Oetama (2011) dan Sri Sultan Hamengkubuwono X (2012). Untuk tahun ini, "Maecenas FTI" akan dianugerahkan kepada Victor Hartono.


Kedua penghargaan akan diserahkan dalam satu acara yang diselenggarakan di Hotel Ina Garuda Yogyakarta pada tanggal 20 Desember mendatang.


Secara khusus FTI Award dirancang sebagai sebuah aksi panggung yang unik, dihadiri anggota Dewan Kehormatan FTI seperti Jero Wacik, Soegeng Sarjadi, Nabiel Makarim, Fasli Jalal, Nano Riantiarno, KGR Ratu Hemas, Sri Sultan Hamengkubowono dan Wakil Presiden RI, Dr. H. Boediono, beserta tokoh-tokoh Nasional lain.


Acara akan diisi oleh pentas apresiasi dari tokoh-tokoh teater terkemuka dan kesenian lain seperti Aning Katamsi, Didik Nini Towok, Jemek Supardi, Putu Wijaya, Slamet Rahardjo, dan sejumlah seniman/budayawan. Paca puncak acara akan tampil teaterawan terkemuka Putu Wijaya, Saini KM, Butet Kertaredjasa budayawan, akademisi, pengusaha dan politikus.


Sejumlah ucapan selamat akan dikemas melalui pertunjukan sulap, pantomim, seni tradisi dan penampilan kejutan lainnya.


00.56 | 0 komentar | Read More

Mobil Paul Walker Kemungkinan Terlibat "Drag Racing"

Written By rajablos on Selasa, 03 Desember 2013 | 00.57


Santa Clarita - Kecelakaan tragis yang menewaskan bintang Fast & Furious Paul Walker diberitakan melibatkan mobil lain. Menurut pihak penyelidik, Senin (2/12), kemungkinan ada aksi drag racing antara mobil yang dikemudikan rekan serta sahabat Paul Walker, Roger Rodas sebelum keduanya tewas setelah Porche Carrera GT menabrak patok kecil dan terbakar habis, Sabtu (30/11).


Sheriff Kepolisian Los Angeles Sersan Richard Cohen mengutarakan bahwa pihaknya mendapatkan info melalui sambungan telepon, Minggu (1/12) bahwa ada mobil lain yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.


"Secara alamiah, dari sisi penyelidik, kami harus mencari tahu apakah hal tersebut (drag racing) adalah salah satu penyebab kecelakaan," ungkap Cohen kepada CNN.


Bahkan jika tak terjadi kebut-kebutan, pihak penyelidik mencari kemungkinan bahwa ada mobil lain yang melintas di depan Porsche naas Rodas dan menyebabkan kecelakaan tersebut.


Menurut Cohen, jejak ban di jalan dekat lokasi tempat kejadian perkara mengindikasikan bahwa sebuah mobil melakukan putaran berbentuk donat juga tengah diselidiki. Belum disimpulkan apakah jejak tersebut terkait dengan kecelakaan yang menewaskan Walker. Kendati begitu jalanan tersebut memiliki reputasi sebagai tempat favorit untuk memacu kendaraan dengan kencang.


Dua tahun lalu menurut Cohen, pihaknya melakukan tindakan keras terhadap para pengemudi yang melakukan aksi kebut-kebutan disana.


00.57 | 0 komentar | Read More

Asmirandah Ajukan Pembatalan Pernikahan karena Merasa Dibohongi Jonas?

Written By rajablos on Selasa, 26 November 2013 | 00.56


Depok - Hingga kini, belum begitu jelas kenapa artis cantik Asmirandah akhirnya mengajukan pembatalan pernikahan yang telah dilangsungkan pada 17 Oktober 2013 lalu.


Beredar kabar bahwa Andah, panggilan akrab Asmirandah, melakukan hal tersebut karena merasa dibohongi oleh Jonas Rivanno. Jonas yang telah menikahinya, sempat menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah memeluk agama Islam, meskipun akhirnya pernyataan tersebut dibatalkan Jonas sendiri dalam sebuah konfrensi pers baru-baru ini.


Menyoal alasan Asmirandah mengajukan pembatalan pernikahannya itu, Humas Pengadilan Agama (PA) Depok, Suryadi, tidak berani mengungkapkan secara jelas maupun berspekulasi. Ia hanya menjelaskan faktor-faktor seseorang yang telah menikah mengajukan pembatalan pernikahannya.


"(Dalam) Pasal 23 sampai 28 UU Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, di sana dijelaskan petunjuk bagimana cara pembatalan pernikahan," kata Suryadi, saat dihubungi melalui telepon, Senin (25/11).


Lebih lanjut dijelaskan Suryadi, faktor keyakinan bisa saja menjadi alasan seseorang untuk mengajukan pembatalan pernikahan.


"Perkawinan yang dipaksakan (itu) bisa diajukan pembatalan perkawinan, (karena) ternyata termohon tidak sungguh meyakini agama," ujar Humas PA Depok itu menjelaskan.


Bila menilik alasan keyakinan (agama), maka Jonas disinyalir sempat berpindah keyakinan untuk bisa menikahi Andah. Namun ketika diketahui publik, dia pun menyangkal berpindah keyakinan. Hal itu yang diduga bisa menjadi alasan Andah untuk mengajukan pembatalan pernikahannya tersebut.



00.56 | 0 komentar | Read More

Bioskop di Mal Ubah Kebiasaan Menonton Masyarakat Indonesia

Written By rajablos on Selasa, 19 November 2013 | 00.56


Jakarta - Bioskop di Indonesia sebagian besar berlokasi di mal, dan sangat jarang ditemukan bioskop yang ada di satu bangunan tersendiri. Akibatnya, menurut sutradara Riri Riza, menonton film di bioskop hanya menjadi konsumsi kelas menengah semata.


"Dulu waktu saya kecil, di pojok-pojok wilayah seperti Tebet itu ada beberapa bioskop kecil yang bisa diakses dengan harga terjangkau. Beda dengan sekarang yang sudah seperti bagian properti karena dibangun di mal," tutur sutradara kelahiran Makassar 2 Oktober 1970 di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Senin (18/11).


Berdasarkan data yang ia punya, di Indonesia hanya ada 1.000 layar bioskop untuk sekitar 250 juta penduduk, rasionya 1:250.000. Sangat jauh dibandingkan dengan Thailand yang punya 1.500 layar untuk 15 juta penduduk (1:10.000).


Di negara lain seperti Singapura, bioskop-bioskop berdiri pada satu bangunan tersendiri, tidak menyatu dengan mall. Ia juga bercerita bahwa di Thailand, Malaysia, dan Singapura para supir taksi pun kerap menonton film di bioskop.


Riri menyebut saat ini perkembangan kapital bisnis sudah sangat pesat. Sehingga film selalu dianggap tujuannya hanya hiburan, tidak dilihat sebagai yang lainnya seperti aspek budaya.


"Tambah lagi ada tayangan film di TV, itu membuat orang jadi merasa cukup untuk menunggu tayang di TV saja. Belum lagi adanya sinetron," imbuh sutradara film Sokola Rimba ini.


Saat ini, Riri melihat tidak ada pengusaha yang berani terjun ke pasar layar bioskop. Belum ada yang berani menantang duopoli 21 Cineplex dan Blitz Megaplex. Bahkan Blitz sendiri masih tertinggal jauh dengan perbandingan layar 100:1000.


Kalaupun ada investor yang berani, selalu saja orientasinya adalah Jakarta dan sekitarnya. Padahal menurut Riri, kota-kota lain juga bisa jadi pasar yang bagus jika harga tiketnya terjangkau.


"Misal saja harga tiketnya Rp 20.000. Pasti banyak yang akan nonton. Atau bisa juga kerja sama dengan PD Pasar Jaya atau gelanggang olahraga untuk kemungkinan memasang layar bioskop," kata Riri.


00.56 | 0 komentar | Read More

Film NOAH "Awal Semula" Akan Tayang di Hongkong

Written By rajablos on Selasa, 12 November 2013 | 00.56


Jakarta - Film NOAH "Awal Semula" yang disutradarai Putrama Tuta, mulai tayang perdana di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (11/11) malam. Sementara penayangan serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 14 November 2013.


Film hasil kerjasama 700 pictures, Berlian Entertainment, dan Musica Studio's ini mengangkat kisah kebangkitan NOAH sebagai band dari keterpurukan.


Pasca ditahannya Ariel terkait kasus video asusila, grup yang digawangi oleh Ariel, Uki, Lukman, Reza dan David ini memang harus memulai kariernya kembali dari nol.


Namun, berkat kerja keras dan kecintaan mereka terhadap musik, serta dedikasi mereka kepada para penggemar yang tidak pernah berhenti, NOAH akhirnya bangkit dan meraih kembali kesuksesannya.


Dalam film ini, penonton juga bisa melihat kisah di balik keputusan bubarnya Peterpan dan kemudian mengganti nama band menjadi NOAH. Tidak hanya itu, film ini juga mengisahkan alasan keluar dua personilnya yaitu Andika dan Indra.


"Film ini tentang musik dalam bentuk dan warna yang berbeda, di mana semua orang punya kesempatan yang sama untuk bisa lebih baik dari sebelumnya. Semoga saja bisa menginspirasi banyak orang," kata Putrama Tuta di acara premier film NOAH "Awal Semula" di Jakarta, Senin (11/11) malam.


Sementara itu Ariel, vokalis NOAH, mengaku deg-degan di acara pemutaran perdana film terbarunya tersebut. "Ini pengalaman pertama NOAH main film. Kita sudah berusaha maksimal, jadi apapun hasilnya kita lihat saja nanti. Mudah-mudahan masyarakat bisa menerima karya ini dengan positif," ujar Ariel.


Selain diputar di Indonesia, film ini rencananya juga akan diputar di Hongkong. "Saat NOAH menggelar konser di 5 negara 2 benua, Hongkong adalah salah satunya. Sehingga kami berencana membawa film NOAH ini ke Hongkong pada Desember mendatang," kata Indrawati Widjaja, Direktur Musica Studio yang menanungi NOAH.


Bila menuai sukses, film ini pun rencananya akan diputar di negara lain tempat NOAH menggelar konser, yakni Australia, Malaysia, dan Singapura. "Satu-satu dulu, kita lihat nanti bagaimana respon di Hongkong," tegasnya.


00.56 | 0 komentar | Read More

4 Kategori di AFI 2013 Tidak Ada Pemenangnya

Written By rajablos on Selasa, 05 November 2013 | 00.56


Jakarta - Ada yang berbeda di malam penghargaan Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2013 yang digelar di Plaza Selatan, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Senin (4/11) malam.


Berbeda dengan ajang penghargaan film yang pernah ada, di mana semua kategori mendapatkan penghargaan, AFI 2013 yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia(Kemendikbud) ini terpaksa tidak memberikan penghargaan kepada empat kategori yang ada lantaran kualitas film yang ikut kompetisi belum memenuhi standar kualitas yang sudah ditetapkan.


Keempat kategori tersebut adalah Film Animasi, Film Anak, Film Independen Pelajar, dan Film Independen Mahasiswa.


"Dewan juri menganggap ajang penghargaan ini sangat penting, sehingga ada standar kualitas yang ingin dicapai. Kalau standarnya tidak sampai, kenapa harus ada calon penerima dan pemenangnya? Ini kan bukan beauty contest, tidak bisa asal memberi penghargaan kalau memang belum layak," kata Ketua Tim Ahli AFI 2013, Ichwan Persada kepada Beritasatu.com di Jakarta, Senin (4/11) malam.


Untuk kategori Film Anak, dewan juri yang diketuai Totot Indarto, dengan anggota : Mathias Muchus, Erwin Arnada, Nirwan Dewanto, Jajang C Noer, Dana Riza, Linda Christanty, Hafiz Rancajale, dan Wahyu Aditya menganggap bahwa sesungguhnya film anak-anak adalah film dengan logika dan sudut pandang anak-anak.


Bagi mereka, film-film yang dinilai dalam kategori ini tidak termasuk ke dalam pengertian tersebut. Film-film yang ada hanyalah film dengan tokoh anak-anak yamg sekedar menjadi obyek, sehingga dewan juri tidak menetapkan calon maupun penerima penghargaan.


Di kategori Film Animasi, dewan juri sebetulnya telah menetapkan calon penerima penghargaan yakni Kolam Warna (Dharmika Adyaksa Putra) dan Leyek & Lost Lollipop (Dharmika Adyaksa Putra). Namun, kedua karya terunggul tersebut baru menjanjikan potensi cerita, dan belum bercerita. Keduanya juga belum berhasil menjadi karya animasi yang mampu memancing imajinasi penonton untuk membayangkan hal-hal yang belum terjadi. Itulah sebabnya dewan juri tidak memilih penerima penghargaan.


Untuk kategori Film Independen Pelajar dan Mahasiswa, diakui Ichwan kalau materi film yang masuk untuk dinilai memang tidak terlalu banyak dan belum memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.


"Untuk kategori ini, kita sebetulnya terbentur pada durasi minimal 15 menit. Sebagian materi yang masuk di bawah durasi itu dan memang tidak banyak. Kita juga inginnya ada standar kualitas tertentu yang bisa dicapai para pelajar dan mahasiswa," terang dia.


Namun Ichwan menambahkan kalau dewan juri juga memberikan penghargaan khusus kepada film "Langka Receh" karya seorang siswa SMP di Purbalingga bernama Eka Susilawati. Eka mampu menangkap fenomena kecil sehari-hari dan menyajikannya dalam konteks sosial yang tepat. "Menurut dewan juri, film ini memang layak mendapatkan penghargaan khusus," pungkasnya.


00.56 | 0 komentar | Read More

Soal Labrak Istri Adiguna Sutowo, Piyu Bantah "F" Istrinya

Written By rajablos on Selasa, 29 Oktober 2013 | 00.56


Jakarta - Gitaris group band Padi, Satriyo Yudi Wahono atau yang akrab dipanggil Piyu akhirnya membantah isu yang menyebutkan istrinya Anastasia Florina Limasnax atau Florence adalah wanita berinisial F yang menabrak mobil mewah yang terparkir di kediaman istri kedua pengusaha Adiguna Sutowo, Vika Dewayani, Perumahan Pulomas Barat VII, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur Blok D2 No 2.


"Waktu dengar kabar itu saya kaget, tiba-tiba ada nama istri saya di berita. Saya seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa," ungkap Piyu saat menggelar jumpa pers di Thamrin City, Senin (28/10).


Lebih lanjut diungkapkan Piyu, inisial F yang disangkakan menabrak rumah Adiguna Sutowo itu bukan istrinya, melainkan orang lain.


"F itu bisa siapa saja. Saya bilang bisa saja ada suatu persekongkolan yang bikin nama saya dan nama istri saya jadi jelek," lanjut gitaris Padi itu.


Piyu berharap dengan bantahan ini nama baik istri dan keluarganya bisa kembali pulih.


"Saya meminta agar stop pemberitaan yang tidak benar. Biarlah itu urusan rumah tangga bapak Adiguna, bukan saya dan keluarga," tutur pria kelahiran Surabaya, 15 Juli 1973 itu.


Seperti ramai diberitakan, pada Sabtu (26/10) dini hari, kediaman Adiguna di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, ditabrak oleh mobil Mercy B 712 NDR. Pelaku tiba-tiba memundurkan mobil dan menabrak Toyota Alphard yang diparkir di halaman rumah Aduguna. Si penabrak adalah wanita cantik berinisial F yang belakangan diketahui bernama Florence.


Selain menabrak, pelaku juga mengamuk dengan membanting TV 21 inci yang ada di situ. Tidak sampai di situ, F juga mengambil payung dari mobil yang digunakan untuk memukul mobil Lexus nomor B 171 AV. Pelaku juga berteriak sambil memanggil nama Vika.


Akibat kemiripan namanya, istri gitaris Padi itu sempat diisukan menjadi pelaku pengerusakan rumah pengusaha kaya raya itu.


Pengacara Vika, Syarifuddin Noor, sebelumya menyatakan, saat kejadian kliennya sedang berada di luar kota, Bali. Vika baru tiba sore hari dan langsung melapor ke polisi.


Vika adalah istri kedua pengusaha Adiguna. Menurutnya, usia pernikahan mereka sudah 27 tahun dan tidak ada permasalahan.


00.56 | 0 komentar | Read More

Giliran Ketua RT Bantah Pengakuan Pengusaha Adiguna Sutowo




Adiguna Sutowo bersama Piyu, menggelar jumpa pers untuk klarifikasi kasus perusakan rumah Adiguna Sutowo, di De Hub Cafe, Thamrin City, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2013), Dalam pemberitaan, kasus tersebut membawa-bawa nama isteri Piyu, dalam kesempatan itu keduanya menyatakan itu tidak benar. | Warta Kota/Nur Ichsan









JAKARTA, KOMPAS.com — Pengakuan pengusaha Adiguna Sutowo yang menuturkan bahwa dirinyalah pelaku perusakan pagar rumah dan tiga mobil yang diparkir di rumah istri keduanya, Vika Dewayani, di Jalan Pulomas Barat VII Blok D2, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, kembali dibantah saksi mata.

Nino Tumbolo, Ketua RT 3/10, lingkungan tempat tinggal Adiguna, menyanggah pengakuan mertua aktris Dian Sastrowardoyo itu. "Ah, tidak ada Adiguna di mobil yang dipakai menabrak. Yang ada cuma sopir yang namanya Daryono dan wanita itu," kata Nino saat dihubungi wartawan, Senin (28/10/2013).


Nino yakin keterangan Adiguna hanya untuk mengaburkan fakta. Jelas Adiguna coba menghapus fakta ada seorang wanita yang diduga bernama Florence dalam kasus ini.


"Saya rasa pengakuan Pak Adiguna hanya untuk menutupi siapa wanita itu. Saya yakin polisi juga tidak bodohlah. Mereka pasti bisa ungkap," kata Nino.


Sebelumnya, dalam jumpa pers dengan Piyu PADI, Adiguna mengaku bahwa pelaku penabrakan itu adalah dirinya. Ia juga menampik keterlibatan Florence, istri Piyu, yang disebut-sebut sebagai pelaku perusakan itu. "Yang nubruk ya saya, itu rumah saya, kalau you punya pacar, you samperin ke rumahnya, terus pacar you jalan sama orang lain, you marah enggak?" katanya dalam konferensi pers di Thamrin City, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2013).





Editor : Eko Hendrawan Sofyan


















00.54 | 0 komentar | Read More

Yogya Kesulitan Dana untuk Pembinaan Atlet






YOGYAKARTA, Kompas.com — Yogyakarta merupakan salah satu daerah pencetak bibit pebulu tangkis andal Indonesia. Namun, kemampuan atlet-atlet asal daerah yang mempunyai potensi dalam bulu tangkis tersebut belum mampu dibina lebih jauh lagi oleh pemerintah setempat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Vierman Surya yang merupakan sekretaris panitia Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Yogyakarta sekaligus salah satu Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) DI Yogyakarta.

“Dari dulu Yogyakarta banyak menciptakan bibit pebulu tangkis muda yang andal. Namun sayangnya, hingga saat ini kami akui bahwa Yogakarta belum siap untuk menjaga bibit-bibit muda tersebut dari Yogyakarta ini. Mengingat banyak faktor yang menyebabkan mereka tidak bisa dibina lebih lama lagi di daerah asalnya sendiri. Terutama dari segi finansial yang kami rasa belum mampu menjamin mereka hingga bisa benar-benar matang di dunia bulu tangkis. Semoga ke depannya perbulutangkisan di Yogyakarta bisa lebih maju lagi,” ungkap Vierman.

Hal tersebut memang benar adanya. Salah satu atlet asal Yogyakarta ialah peraih gelar Indonesia Open GP Gold 2011 Dionysius Hayom Rumbaka. Pemain tunggal putra yang sekarang menjadi penghuni Pelatnas Cipayung ini merupakan atlet Yogyakarta  yang dulu berlatih di Klub Bulu Tangkis Pancing Sembada Sleman, Yogyakarta, sebelum akhirnya ditarik oleh PB Djarum.

Selain Hayom, masih banyak lagi atlet asal daerah yang saat ini menjadi tuan rumah Djarum Sirnas seri kesembilan. Seperti pemain ganda putri pelatnas Rosyta Eka Putri. Bahkan, pemain legendaris Tri Khusharyanto pun merupakan atlet kelahiran Yogyakarta, dan masih banyak yang lainnya.

Sementara itu, memasuki hari pertama Djarum Sirnas Yogyakarta, tengah berlangsung babak kualifikasi yang bertempat di GOR Amongraga. Sebanyak 262 pertandingan kualifikasi di beberapa kelompok usia tengah berlangsung sejak pagi tadi hingga malam nanti.

Besok, masih berlangsung babak kualifikasi yang dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.30 WIB, yang akan dilanjutkan dengan babak utama hingga pukul 21.30 WIB.

Pada babak pertama nomor dewasa, beberapa unggulan teratas tidak bermain dan langsung lolos ke babak kedua karena mendapatkan bye.

Di nomor tunggal putri, kedua finalis Djarum Sirnas Jateng lalu yakni sang juara Ana Rovita dan runner up Febby Angguni yang keduanya merupakan atlet asal PB Djarum memutuskan absen di Djarum Sirnas Yogyakarta ini sehingga unggulan pun diisi oleh Ganis Nurrahmandani (Pertamina) dan Tike Arieda Ningrum Jaya Raya Suryanaga. (*/)




Editor : Tjahjo Sasongko















00.50 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger